Polisi Imbau Keluarga Laporkan Kejanggalan Kematian Sutrimo di Jaksel
Polisi Imbau Keluarga Laporkan Kejanggalan Kematian Sutrimo

Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) terus menyelidiki kematian seorang pria bernama Sutrimo yang ditemukan tewas di depan Klinik Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menegaskan bahwa penyelidikan dilakukan secara menyeluruh untuk mengungkap penyebab kematian korban.

Polisi Dalami Informasi Sekecil Apapun

Budi Hermanto menyatakan bahwa pihaknya akan mendalami setiap informasi yang masuk, termasuk yang beredar di media sosial. "Polda Metro Jaya pasti akan mendalami informasi sekecil apapun, apalagi terkait tentang hilangnya nyawa seseorang. Apakah itu wajar atau tidak wajar," kata Budi di kawasan Matraman, Jakarta, Senin (27/7/2026).

Ia menambahkan bahwa penyelidikan kasus ini masih bergulir. Setiap unggahan foto dan dokumen yang muncul di media sosial juga menjadi bagian dari pengusutan petugas. "Makanya nanti kita melihat karena selama ini beberapa waktu dari hari kemarin kita mendapatkan postingan-postingan foto, dokumen, ini kan harus ada pendalaman," ucapnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Keluarga Dipersilakan Melapor

Polisi juga memberikan ruang kepada keluarga korban yang masih berduka. Jika merasa ada kejanggalan atas meninggalnya Sutrimo, keluarga dipersilakan membuat laporan resmi ke Polda Metro Jaya. "Kita juga memberi ruang kepada keluarga korban yang masih dalam kondisi berduka. Dan kita juga memberikan imbauan apabila memang keluarga korban merasa ada kejanggalan terhadap meninggalnya saudara S, ini bisa membuat laporan kepada Polda Metro Jaya," tutur Budi.

Korban Ditemukan dengan Mulut Berbusa

Berdasarkan informasi yang beredar, Sutrimo ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri dengan mulut berbusa. Korban disebut-sebut merupakan Kepala Rumah Tangga (Karumga) mantan Jampidsus Kejaksaan Agung (Kejagung) Febrie Adriansyah. Polda Metro Jaya belum mengonfirmasi keterkaitan antara korban dengan mantan pejabat Kejagung tersebut.

Sutrimo ditemukan pada Kamis (23/7/2026) di depan Klinik Mordent, Kebayoran Baru. Ia segera dilarikan menggunakan ambulans ke Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring, namun setelah sampai di rumah sakit, ia dinyatakan telah meninggal dunia. Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan membawa tiga barang bukti ke Laboratorium Forensik (Labfor) untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Penyelidikan Terus Berjalan

Polda Metro Jaya melalui Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) bersama Polres Metro Jakarta Selatan terus melakukan penyelidikan. Tim penyidik telah meminta keterangan dari sejumlah pihak, termasuk keluarga korban, pengemudi ambulans yang mengevakuasi korban, petugas rumah sakit, serta saksi-saksi yang mengetahui peristiwa tersebut.

Polisi juga menyisir rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian untuk mengumpulkan bukti dan petunjuk. Hingga saat ini, belum ada penetapan tersangka dalam kasus ini, dan penyebab pasti kematian Sutrimo masih menunggu hasil autopsi dan pemeriksaan laboratorium.

Kabid Humas Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menunggu hasil penyelidikan resmi dari kepolisian. "Kami akan bekerja secara profesional dan transparan. Semua informasi akan kami sampaikan perkembangannya," pungkas Budi Hermanto.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga