Polisi akhirnya menuntaskan misteri hilangnya atlet golf putri Jesslyn Wijaya Lay. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra menegaskan bahwa Jesslyn tidak menjadi korban penculikan.
Dugaan Penculikan Berawal dari Laporan Teman
Peristiwa dugaan penculikan Jesslyn Wijaya dilaporkan terjadi pada Senin, 13 Juli 2026, malam. Saat itu, Jesslyn sedianya menghadiri perayaan ulang tahun neneknya di sebuah restoran di Jakarta Pusat. Laporan tersebut dibuat oleh seseorang berinisial NA, yang merupakan teman Jesslyn.
Belakangan, NA mencabut laporannya di Polres Metro Jakarta Pusat setelah muncul kabar bahwa Jesslyn berada di Semarang, Jawa Tengah. Dari Semarang, Jesslyn diketahui terbang ke Kuala Lumpur, Malaysia, sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan ke Bangkok, Thailand.
Evan Mencium Kejanggalan
Evan, calon suami Jesslyn, mencium adanya kejanggalan terkait laporan dugaan penculikan tersebut. Evan sempat mengantar Jesslyn ke restoran tempat neneknya merayakan ulang tahun untuk memberikan kue. Namun, malam itu Jesslyn menghilang dan tidak dapat dihubungi.
Kecurigaan Evan kemudian menjadi salah satu pintu masuk bagi polisi untuk mendalami kasus ini lebih jauh.
Fakta Baru: Orang Suruhan Ibu
Polisi mengungkap fakta baru dari hilangnya Jesslyn. Orang-orang yang membawa Jesslyn dari restoran tersebut ternyata merupakan suruhan ibunya sendiri. "Ada orang-orang yang disuruh oleh ibunya, ibunya Jesslyn yang suruh," kata AKBP Roby Heri Saputra kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jumat (31/7).
Setelahnya, Jesslyn dibawa ibunya terbang ke luar negeri. Berdasarkan manifes penumpang, Jesslyn terbang dari Bandara Ahmad Yani, Semarang, menuju Malaysia, lalu lanjut ke Bangkok. "Jesslyn kami dapat informasi dia mulai dari TKP, terus kemudian ke Semarang. Kemudian naik pesawat dari Bandara Ahmad Yani ke Malaysia, lanjut ke Bangkok. Itu bersama dengan ibunya dan tantenya," jelas Roby.
Polisi Duga Ada Ketidaksetujuan Orang Tua
Polisi menduga sang ibu tidak menyetujui hubungan Jesslyn dengan kekasihnya. "Kemungkinan adalah ketidaksetujuan dari orang tua Jesslyn terhadap Jesslyn yang melakukan komunikasi atau berhubungan dengan pacar atau kawan-kawannya," kata Roby di Polda Metro Jaya, Jumat (31/7).
Hingga saat ini, kepolisian masih berupaya berkomunikasi langsung dengan Jesslyn untuk mendalami apakah kepergiannya dari restoran di Jakarta Pusat dilakukan secara sukarela atau mengandung dugaan tindak pidana penculikan seperti yang dilaporkan.
Kesadaran Sendiri
"Ini tergantung dari bagaimana pengakuannya Jesslyn. Kalau memang ternyata dia tidak keberatan, kemudian ikut ke Semarang, kemudian sampai dengan Bangkok itu dengan kesadarannya sendiri dan tanpa paksaan, baik secara fisik maupun psikologi, itu tidak ada perbuatan pidananya," jelas Roby.
Penegasan itu keluar pada Minggu (2/8). Roby menyatakan kasus Jesslyn bukan penculikan. "Bukan penculikan," ujarnya saat dihubungi wartawan.
Ia menambahkan, Jesslyn pergi ke luar negeri bersama ibu dan tantenya dengan kesadaran sendiri. "Jesslyn ikut ke luar negeri dengan kesadaran sendiri," ucapnya.
Penyelidikan Belum Dihentikan
Meski kasus ini disimpulkan bukan penculikan, polisi belum menghentikan penyelidikan. "Iya saat ini kami simpulkan bukan perkara penculikan. Penyelidikan belum dihentikan, masih direncanakan jadwal gelarnya," pungkas Roby.
Dengan demikian, misteri hilangnya Jesslyn Wijaya Lay terjawab sudah. Atlet golf putri itu tidak diculik, melainkan pergi bersama keluarganya ke luar negeri atas kesadaran sendiri.



