Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Subklaster Anak Korban Pornografi dan Cybercrime, Kawiyan, memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Hoegeng Awards 2026. Ia menilai ajang ini sebagai bentuk pengakuan bagi anggota Polri yang bertugas di daerah terpencil dan tidak banyak tersorot, tetapi pengabdiannya nyata dirasakan masyarakat.
"Ini penghargaan yang baik, jadi ini bentuk penghargaan kepada anggota Polri yang bekerja dari jauh, dari tempat-tempat tidak disorot, tapi mereka pengabdiannya, pekerjaannya dirasakan masyarakat," kata Kawiyan kepada wartawan pada Senin (3/8/2026).
Menurut Kawiyan, Hoegeng Awards juga menjadi sarana bagi publik untuk mengetahui bahwa masih banyak polisi berkinerja baik di Indonesia. Karena itu, tradisi penghargaan ini layak diteruskan.
"Tradisi ini layak diteruskan apalagi penjuriannya sangat ketat, data-data yang masuk dikroscek bukan hanya dari sumber yang mengajukan, tapi dari pihak lain, saya kira objektivitasnya bisa dipertanggungjawabkan," ujarnya.
Perhatian Khusus pada Polisi Pelindung Perempuan dan Anak
Dalam kesempatan itu, Kawiyan menyoroti para peraih Hoegeng Awards 2026 untuk kategori Polisi Pelindung Perempuan dan Anak (PPA). Ia menegaskan bahwa polisi pada kategori ini berada di garda terdepan dalam melindungi anak, perempuan, dan kelompok rentan.
"Wabil khusus untuk yang dapat penghargaan polisi perlindungan anak dan perempuan ya, itu garda terdepan ya, bagaimana polisi harus melindungi anak, perempuan, dan kelompok rentan, melindungi itu baik anak sebagai pelaku, maupun anak sebagai korban, harus benar-benar diayomi dengan prinsip kepentingan terbaik anak," ucapnya.
Kawiyan menyarankan Polri memberikan hak kepada anak-anak, baik yang menjadi pelaku maupun korban dalam suatu kasus. Ia juga berharap Polri berkoordinasi dengan berbagai pihak yang berkaitan dengan perlindungan anak.
Tentang Hoegeng Awards 2026
Hoegeng Awards merupakan program kolaborasi detikcom dengan Polri untuk memberikan penghargaan kepada polisi teladan. Pada edisi 2026, ada lima kategori penghargaan, yaitu Polisi Berdedikasi, Polisi Inovatif, Polisi Berintegritas, Polisi Pelindung Perempuan dan Anak, serta Polisi Tapal Batas dan Pedalaman.
Proses seleksi dimulai dengan penjaringan nama-nama polisi teladan yang diusulkan masyarakat sejak 27 Januari 2026. Hingga penutupan pada 2 April 2026, terdapat sembilan ribu lebih nama polisi teladan yang masuk ke panitia.
Tim panitia kemudian melakukan verifikasi dan seleksi awal. Nama-nama yang lolos diserahkan kepada Dewan Pakar Hoegeng Awards 2026, yang terdiri dari Mantan Plt Pimpinan KPK Dr Mas Achmad Santosa, S.H., LL.M.; anggota Kompolnas Gufron Mabruri; Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian Indonesia Alissa Qotrunnada Wahid, M.Psi.; Wakil Ketua Komnas HAM Putu Elvina, S.Psi., M.M.; dan Ketua Komisi III DPR Dr Habiburokhman, S.H., M.H.
Uji Publik dan Daftar Peraih Hoegeng Awards 2026
Dewan Pakar menggelar sejumlah rapat untuk memilih nominasi kandidat di tiap kategori. Selanjutnya, digelar uji publik sejak Kamis, 7 Mei 2026, hingga Jumat, 22 Mei 2026. Pada tahap ini, detikcom menjaring masukan masyarakat mengenai para kandidat.
Berikut daftar peraih Hoegeng Awards 2026:
- Polisi Berdedikasi: Kombes Eko Budhi Purwono (Dirbinmas Polda Riau)
- Polisi Inovatif: Brigadir Renita Rismayanti (Anggota Divisi Hubungan Internasional Polri)
- Polisi Berintegritas: Kombes Norul Hidayat (Kepala SPN Polda Bangka Belitung)
- Polisi Pelindung Perempuan, Anak dan Kelompok Rentan: AKP Siti Elminawati (Kanit 1 Subdit 4 Dit Reskrimum Polda Sulawesi Tengah)
- Polisi Tapal Batas dan Pedalaman: Iptu Motalip Litiloly (Kasat Samapta Polres Nduga, Polda Papua)
Sebelumnya, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menyebut Hoegeng Awards 2026 sebagai panutan polisi dalam menjaga integritas. Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) juga mengapresiasi ajang ini dan menilai Hoegeng Awards dapat menjadi teladan bagi anggota Polri.
Melalui Hoegeng Awards 2026, diharapkan semakin banyak anggota Polri yang terinspirasi untuk bekerja dengan integritas dan memberikan pelayanan terbaik, termasuk bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan perempuan.



