Kapolda Sumsel Tinjau Pengamanan Paskah di Gereja St Yoseph: Ibadah Berjalan Aman dan Lancar
Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Sandi Nugroho, secara langsung memimpin peninjauan pengamanan selama perayaan Paskah di Gereja Santo Yoseph, Palembang. Dalam kunjungannya, ia menyatakan bahwa seluruh rangkaian ibadah Paskah di gereja tersebut berjalan dengan kondisi yang aman, khidmat, dan lancar tanpa gangguan berarti.
Rombongan Kapolda Disambut Hangat oleh Jemaat dan Romo Paroki
Irjen Pol Sandi Nugroho didampingi oleh sejumlah pejabat utama Polda Sumsel dalam peninjauan ini. Rombongan tersebut termasuk Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rony Samtana, Karoops Polda Sumsel Kombes Pol M. Annis Prasetio, Kabidhumas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu'min, Dirintelkam Polda Sumsel Kombes Pol Tony Budhi Susetyo, serta Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Sony Mahar. Mereka disambut dengan hangat oleh Romo Paroki Gereja Santo Yoseph, Romo Hyginus Gono Pratowo, dan Ketua Panitia Hari Paskah 2026, Yohanes Subardan.
Kapolda Sumsel menyampaikan apresiasi atas kelancaran ibadah, dengan menekankan bahwa keamanan yang tercipta bukanlah hal yang datang secara tiba-tiba. "Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, seluruh rangkaian ibadah dari minggu lalu sampai hari Paskah ini berjalan dengan aman, tertib, lancar dan membawa berkah. Keamanan ini tidak datang tiba-tiba. Tanpa direncanakan dengan baik dan tanpa doa kita bersama, semuanya tidak akan berjalan seperti yang kita harapkan," ujar Irjen Pol Sandi di hadapan jemaat pada Minggu, 5 April 2026.
Ajakan untuk Merawat Kearifan Lokal dan Gotong Royong
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Sumsel juga mengajak masyarakat untuk terus merawat kearifan lokal yang menjadi kebanggaan Bumi Sriwijaya, khususnya dalam menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas). Ia berharap agar semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Sumatera Selatan dapat selalu diprioritaskan dan dikembangkan bersama-sama.
"Semoga kerukunan dan semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Sumatera Selatan bisa terus kita jaga dan kembangkan bersama-sama," tambahnya. Pesan ini disampaikan sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi antara aparat kepolisian dan warga dalam menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis.
Pesan Kapolda Terkait Personel Polri dan Dukungan Masyarakat
Irjen Pol Sandi Nugroho menitipkan pesan khusus mengenai keberadaan personel Polri dan aparat gabungan yang bertugas di lapangan. Ia menjelaskan bahwa dalam menjaga keamanan, polisi tidak bekerja sendiri, tetapi bersinergi dengan berbagai pihak, termasuk unsur masyarakat.
"Kami menitipkan anggota kami dari jajaran Polda, Polrestabes, maupun Polsek kepada Bapak-Ibu sekalian. Jika bertemu di lapangan, mohon disapa. Kalau ada yang salah mohon dimaafkan, jika ada yang meminta bantuan sekadar air putih mohon diberi. Kepolisian tidak bisa bekerja sendiri menjaga kamtibmas tanpa dukungan dan doa dari masyarakat," ungkap Kapolda Sumsel. Pernyataan ini menegaskan pentingnya kolaborasi dan dukungan aktif dari warga dalam operasi pengamanan.
Ucapan Terima Kasih dari Romo Paroki atas Pengamanan yang Diberikan
Romo Hyginus Gono Pratowo, selaku Romo Paroki Gereja Santo Yoseph, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas pengamanan yang diberikan oleh aparat kepolisian. Ia mengungkapkan bahwa pelaksanaan Paskah 2026 berjalan dengan sangat lancar dan aman, berkat kerjasama yang solid antara TNI-Polri dan jemaat.
"Saya atas nama seluruh umat Katolik Paroki Santo Yoseph Palembang mengucapkan selamat datang dan terima kasih yang sedalam-dalamnya atas perhatian luar biasa dan dukungan dari TNI-Polri. Kami merasa sangat nyaman beribadah sejak Minggu Palma sampai dengan perayaan Paskah ini. Semuanya terjadi karena kerjasama yang sangat baik," imbuh Romo Hyginus Gono. Ucapan ini mencerminkan apresiasi tinggi terhadap upaya pengamanan yang dilakukan selama periode perayaan Paskah.
Dengan demikian, peninjauan pengamanan Paskah oleh Kapolda Sumsel di Gereja Santo Yoseph Palembang berhasil mencatat keberhasilan dalam menjaga ketertiban dan keamanan, sekaligus memperkuat hubungan antara aparat dan masyarakat melalui dialog dan kolaborasi yang konstruktif.



