Dude Harlino dan Alyssa Soebandono Diperiksa Polri Terkait Kasus Fintech Syariah Rugikan Rp 2,4 Triliun
Dude Harlino-Alyssa Diperiksa Polri Kasus Fintech Syariah Rp 2,4 T

Pasangan Artis Dude Harlino dan Alyssa Soebandono Diperiksa Polri Terkait Kasus Fintech Syariah

Pasangan selebriti Dude Harlino dan Alyssa Soebandono telah memenuhi panggilan penyidik dari Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri pada Kamis, 2 April 2026. Keduanya diperiksa dalam kapasitas sebagai saksi untuk mendalami kasus dugaan penipuan dan penggelapan yang melibatkan PT Dana Syariah Indonesia (DSI), sebuah perusahaan fintech yang beroperasi dengan prinsip syariah.

Kerugian Mencapai Rp 2,4 Triliun dan Puluhan Ribu Korban

Kasus ini telah menimbulkan kerugian finansial yang sangat besar, dengan perkiraan total mencapai Rp 2,4 triliun. Lebih dari itu, aksi yang diduga dilakukan oleh PT DSI ini telah merugikan puluhan ribu orang, menjadikannya salah satu skandal fintech terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Investigasi polisi terus berlanjut untuk mengungkap modus operandi dan pihak-pihak yang bertanggung jawab.

Kedatangan di Gedung Bareskrim Polri

Dude Harlino dan Alyssa Soebandono, yang telah dikaruniai tiga orang anak, tiba di Gedung Bareskrim Polri yang berlokasi di Jakarta Selatan tepat pada pukul 10.08 WIB. Kedatangan mereka diawasi oleh sejumlah wartawan yang telah menunggu sejak pagi hari. Dude tampil dengan mengenakan kemeja lengan panjang berwarna hijau, sementara Alyssa memilih untuk tampil elegan dengan balutan dress berwarna hitam.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pelajaran Hidup dan Komitmen Memahami Hukum

Dalam pernyataan sebelumnya, Dude Harlino menyebut bahwa kasus PT DSI ini menjadi pelajaran hidup yang berharga baginya. Ia bertekad untuk mempelajari hukum lebih dalam lagi, terutama terkait dengan investasi dan keuangan syariah. Hal ini menunjukkan keseriusan pasangan ini dalam menghadapi proses hukum yang sedang berjalan.

Pemeriksaan sebagai saksi ini merupakan bagian dari upaya penyidik untuk mengumpulkan bukti dan keterangan dari berbagai pihak yang terkait. Diharapkan, langkah ini dapat mempercepat penyelesaian kasus dan memberikan keadilan bagi para korban yang telah menderita kerugian materiil yang signifikan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga