Kebakaran SPBE Cimuning Bekasi Lukai 17 Warga, Labfor Selidiki Penyebab
Kebakaran SPBE Cimuning Lukai 17 Warga, Labfor Selidiki

Kebakaran SPBE Cimuning Bekasi Lukai 17 Warga, Labfor Selidiki Penyebab

Sebuah kebakaran dahsyat melanda Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Cimuning, Mustika Jaya, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Rabu malam, 1 April 2026. Insiden yang disertai ledakan ini mengakibatkan sejumlah korban luka dan menghanguskan belasan rumah warga di sekitarnya. Api baru berhasil dipadamkan setelah berjam-jam, tepatnya pada Kamis dini hari, 2 April 2026.

Pihak kepolisian telah menurunkan Tim Laboratorium Forensik (Labfor) untuk menyelidiki penyebab pasti kebakaran tersebut. Dugaan sementara mengarah pada kebocoran gas dari tabung utama di lokasi SPBE, yang kemudian dipicu oleh korsleting listrik di sekitar area tersebut.

Kronologi dan Dampak Kebakaran

Kebakaran bermula sekitar pukul 21.30 WIB pada Rabu (1/4) dan baru padam enam jam kemudian, pukul 03.45 WIB pada Kamis (2/4). Peristiwa ini memicu rentetan ledakan yang cukup besar, mengakibatkan kobaran api merembet ke permukiman warga yang berdekatan dengan SPBE.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dampak kerusakan meliputi:

  • 15 rumah tinggal, 4 rumah tinggal lainnya, dan 2 kios di RT02 RW003 serta RT01 RW003 hangus terbakar.
  • Satu musala ikut terdampak dengan kerusakan ringan.
  • Tiga unit lapak, enam unit truk SPBE, dan tujuh unit kendaraan roda dua mengalami rusak berat.
  • Total area terdampak mencapai kurang lebih 2.000 meter persegi, dengan kerugian materiil masih dalam perhitungan.

Sebanyak 9 unit mobil damkar dikerahkan ke lokasi di Jalan Cinyosog, Bantar Gebang, Cimuning, untuk memadamkan api. Kemudian, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bekasi menambah pengiriman menjadi 15 unit mobil damkar guna mengatasi kobaran api yang meluas.

Korban Luka dan Perawatan Medis

Berdasarkan data sementara, total korban kebakaran tercatat sebanyak 17 orang, terdiri dari 14 laki-laki, 2 perempuan, dan 1 anak. Dari jumlah tersebut, lima korban dirawat di RS Citra Arafiq dengan kondisi luka bakar yang bervariasi.

"Jumlah korban ini ada 17 orang. Memang luka bakar ada yang beberapa yang sampai di atas 50 persen," ujar Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Kusumo Wahyu Bintoro.

Para korban tersebar di beberapa rumah sakit, termasuk RS Citra Arafiq (5 orang), RSUD Kabupaten Bekasi (2 orang), RS Satria Media (3 orang), RS Unimedika (1 orang), RSUD Kota Bekasi (2 orang), dan RS Kartika Husada (2 orang). Beberapa korban mengalami luka bakar serius, seperti S (17) dengan luka bakar 63 persen, sementara lainnya menjalani observasi medis meski tidak mengalami luka bakar.

Penyelidikan dan Kondisi Terkini

Pelaksana Tugas Kepala Disdamkarmat Kota Bekasi, Heryanto, mengungkapkan bahwa kebakaran diduga berawal dari kebocoran gas di lokasi SPBE, yang kemudian dipicu oleh korsleting listrik. "Kita tunggu hasil penyelidikan pihak berwajib, termasuk terkait penyebab kebakaran. Namun infonya kebocoran gas," kata Heryanto.

Pihak kepolisian, melalui Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, menyatakan bahwa penyelidikan masih berlangsung dengan melibatkan Labfor untuk menemukan penyebab pasti kebakaran yang disertai ledakan dan semburan api tersebut.

Pantauan di lokasi pada Kamis (2/4) menunjukkan garis polisi telah dipasang di depan gerbang SPBE yang tertutup rapat. Bau hangus masih tercium, dan asap tipis sempat terlihat di ruko-ruko dekat SPBE. Sejumlah bangunan, termasuk ruko, hangus terbakar tinggal puing-puing, sementara petugas pemadam kebakaran melakukan pendinginan di area permukiman yang terdampak.

Insiden ini menyoroti pentingnya keamanan fasilitas pengisian gas dan perlindungan bagi warga sekitar. Hasil penyelidikan Labfor diharapkan dapat mengungkap akar permasalahan dan mencegah kejadian serupa di masa depan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga