Iran kembali mengambil langkah diplomatis dengan mengecualikan kapal-kapal yang berbendera Irak dari pembatasan ketat di Selat Hormuz. Pengumuman resmi ini disampaikan oleh Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Iran, Ibrahim Zolfaqari, pada hari Sabtu tanggal 4 April 2026.
Izin Khusus untuk Barang-Barang Penting
Zolfaqari dengan tegas memastikan bahwa Iran telah memberikan izin khusus kepada kapal-kapal asal Irak untuk memasuki Pelabuhan Iran. Izin ini khusus diperuntukkan bagi kapal yang membawa barang-barang penting, dan pelaksanaannya dilakukan berdasarkan protokol yang telah ditetapkan sebelumnya oleh pihak berwenang Iran.
Dampak dari Keputusan Iran
Keputusan untuk memberikan pengecualian ini menambah panjang daftar kapal asing yang diperbolehkan melintasi Selat Hormuz. Sebelumnya, Iran memberlakukan blockade atau pembatasan ketat di selat strategis tersebut sejak 28 Februari 2026. Blockade ini merupakan respons langsung setelah Amerika Serikat dan Israel melakukan serangan terhadap wilayah Iran.
Dengan adanya pengecualian untuk kapal Irak, Iran menunjukkan fleksibilitas dalam kebijakan maritimnya, sambil tetap mempertahankan kendali atas lalu lintas di Selat Hormuz. Langkah ini juga dapat dilihat sebagai upaya untuk menjaga hubungan bilateral dengan Irak, terutama dalam hal perdagangan dan pasokan barang penting.
Protokol yang ditetapkan oleh Iran untuk kapal Irak ini diharapkan dapat memastikan bahwa hanya barang-barang yang benar-benar penting saja yang diizinkan masuk, sehingga mencegah penyalahgunaan atau pelanggaran terhadap aturan blockade yang masih berlaku untuk kapal-kapal dari negara lain.



