Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri mendatangi lokasi ledakan bom rakitan di kompleks olahraga Dadaha, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, pada Senin (13/7/2026). Ledakan terjadi pada Sabtu malam sebelumnya, dan tim forensik melakukan penyisiran serta penelitian di titik kejadian.
Tim Puslabfor Lakukan Pemeriksaan Detail
Tim yang dipimpin oleh Kasubdit Metalurgi Forensik Puslabfor Polri, Kompol Heriyandi, terdiri dari empat orang. Mereka terlihat mengamati secara detail lokasi ledakan yang berada di dekat tiang penerangan jalan umum (PJU). Aktivitas tersebut didampingi oleh jajaran Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota.
Pemeriksaan berlangsung selama kurang lebih 30 menit. Namun, hingga selesai, tim Puslabfor belum memberikan keterangan resmi. "Untuk keterangan nanti saja ke Kapolres, karena ini belum selesai," ujar Kompol Heriyandi.
Bom Rakitan Berdaya Ledak Rendah
Komandan Detasemen Gegana Satbrimob Polda Jabar, Kompol Iyus Ali Yusup, yang memimpin penyelidikan dan sterilisasi TKP, menyatakan bahwa bom rakitan yang meledak tergolong low explosive atau berdaya ledak rendah. Hasil penyelidikan menunjukkan bom tersebut dipicu menggunakan remote atau pengendali jarak jauh.
Menurut Kompol Iyus, bom tersebut diduga dirancang untuk tidak melukai orang. "Perancang bom disinyalir hanya ingin membuat efek ledakan keras tanpa menyebabkan kerusakan berarti," jelasnya.
Hingga berita ini diturunkan, penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap motif dan pelaku di balik peristiwa ini.



