Pramono Anung Imbau Warga Tak Terprovokasi Usai Bentrokan Menteng
Pramono Imbau Warga Tak Terprovokasi Usai Bentrokan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara resmi mengimbau seluruh warga Jakarta untuk tidak mudah terprovokasi menyusul bentrokan antarwarga yang terjadi di Jalan Tambak, Kelurahan Pegangsaan, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, pada Minggu (26/7/2026) pagi. Insiden tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan dua lainnya luka kritis.

Pramono: Kepala Dingin dan Jangan Sebarkan Disinformasi

Dalam pernyataan resminya di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (27/7/2026), Pramono menekankan pentingnya ketenangan di tengah masyarakat. "Saya mengimbau kepada semua masyarakat kita untuk kepala dingin, tidak melakukan tindakan provokasi yang berpotensi untuk memperluas konflik," ujar politisi PDI Perjuangan tersebut.

Ia juga memperingatkan agar masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. "Tidak menyebarkan informasi atau disinformasi yang tidak berdasarkan fakta, dan tidak merusak fasilitas umum," tegasnya. Pramono menambahkan bahwa Pemprov DKI Jakarta telah menginstruksikan seluruh jajaran untuk berkoordinasi dengan aparat penegak hukum serta tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda guna menjaga situasi tetap kondusif dan damai.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Koordinasi dengan Aparat dan Tokoh Masyarakat

Pramono menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi intensif dengan Polres Metro Jakarta Pusat dan tokoh-tokoh setempat untuk meredakan ketegangan. "Saya telah melakukan dan menginstruksikan kepada jajaran Pemerintah DKI Jakarta untuk berkoordinasi dengan aparat penegak hukum, dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, guna menjaga situasi agar tetap berjalan dengan kondusif dan damai," jelasnya.

Ia berharap aparat penegak hukum dapat menangani kasus ini sesuai ketentuan yang berlaku tanpa menimbulkan konflik berkepanjangan. Lebih lanjut, Pramono kembali mengingatkan pentingnya menjaga Jakarta bersama-sama. "Sekali lagi saya mengajak seperti hal yang selalu berulang kali saya sampaikan, Jakarta ini perlu kita jaga bersama-sama, maka 'Jaga Jakarta' menjadi penting dalam kondisi yang seperti ini," tandasnya.

Kronologi Bentrokan: Dipicu Perselisihan Sarapan

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra mengungkapkan kronologi bentrokan yang terjadi pada Minggu pagi. Peristiwa berawal ketika sekelompok orang datang untuk membeli sarapan di sebuah gerobak nasi uduk. "Jadi ada kelompok dari yang diserang ini datang mau beli sarapan, kemudian mungkin tidak dilayani dengan baik atau tidak berkenan, sehingga menggeber kendaraannya. Kemudian dia pergi, kemudian datang lagi dengan membawa teman-temannya merusak gerobak penjual nasi uduk atau sarapan tersebut," jelas Roby.

Aksi perusakan tersebut memicu reaksi warga sekitar yang kemudian terjadi saling serang. Saat olah tempat kejadian perkara, polisi menemukan puing-puing bangunan yang terbakar, kendaraan yang terbakar, serta bercak darah dan batu yang berlumuran darah. "Di TKP kita menemukan ada puing-puing, puing-puing dari bangunan yang terbakar, juga ada kendaraan yang terbakar, juga jejak darah dan batu yang berlumuran darah," ujarnya.

Korban Jiwa dan Kondisi Terkini

Akibat bentrokan tersebut, dua orang sempat dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis. Namun, satu di antaranya meninggal dunia. "Informasi terbaru dari dua orang yang diamankan dari TKP masih dalam kondisi kritis saat dibawa, namun ketika di rumah sakit ada satu yang sudah meninggal," kata Roby. Pihak kepolisian masih terus menyelidiki kasus ini dan mengamankan lokasi untuk mencegah bentrokan susulan.

Pemprov DKI Jakarta bersama aparat keamanan terus berupaya menjaga stabilitas di wilayah Menteng dan sekitarnya. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mempercayakan penanganan kasus kepada pihak berwenang.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga