Menko PMK: 21 Ribu Kasus Kekerasan Anak Jadi Indikator GERNAS RANA
Menko PMK Soroti 21 Ribu Kasus Kekerasan Anak

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyoroti masih tingginya angka kekerasan terhadap anak di Indonesia, yakni sekitar 21 ribu kasus. Angka tersebut menjadi perhatian serius pemerintah dalam upaya menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak. Pratikno menegaskan bahwa penurunan angka kekerasan menjadi indikator utama keberhasilan Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman untuk Anak (GERNAS RANA).

GERNAS RANA: Fokus pada Penurunan Angka Kekerasan

Dalam Media Gathering GERNAS RANA di Press Room Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Jakarta, Selasa (4/8/2026), Pratikno menjelaskan bahwa indikator keberhasilan program ini adalah menurunnya angka kekerasan. "Indikator kita adalah menurunnya angka kekerasan. Itu indikator yang paling mudah untuk dilihat," ujar Pratikno. Ia menambahkan bahwa kekerasan terhadap anak dapat terjadi di berbagai lingkungan, mulai dari keluarga, satuan pendidikan, ruang publik, hingga ruang digital.

Peran Pemerintah Daerah dalam GERNAS RANA

Pratikno menilai upaya menciptakan ruang aman dan nyaman bagi anak membutuhkan keterlibatan aktif pemerintah daerah. Aparat pemerintah di daerah menjadi salah satu instrumen penting dalam menjalankan gerakan ini. Pemerintah pusat telah melakukan konsolidasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk mendorong penerapan aturan yang telah berlaku di daerah. "Kami sudah mengkonsolidasikan dengan Kemendagri, sudah banyak edaran dan aturan yang berlaku ke daerah-daerah di seluruh Indonesia," kata Pratikno.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Koordinasi Rutin dengan Kepala Daerah

Pemerintah tidak menambah edaran baru untuk pelaksanaan GERNAS RANA. Sebaliknya, pemerintah memilih memanfaatkan aturan dan edaran yang substansinya telah berlaku di daerah. Koordinasi dengan pemerintah daerah dilakukan melalui forum yang digelar setiap Senin. Dalam forum tersebut, Menteri Dalam Negeri mengundang kepala daerah seluruh Indonesia untuk berkoordinasi. Melalui forum ini, pemerintah terus berkomunikasi, mengingatkan, dan mendorong partisipasi kepala daerah dalam mewujudkan ruang aman dan nyaman bagi anak.

Lingkup GERNAS RANA: Keluarga, Sekolah, dan Ruang Digital

Pratikno menegaskan bahwa upaya tersebut perlu dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya di lingkungan keluarga dan satuan pendidikan, tetapi juga di ruang publik dan ruang digital. Hal ini penting karena anak-anak saat ini banyak menghabiskan waktu di dunia digital, yang juga rentan terhadap kekerasan dan eksploitasi. Pemerintah berkomitmen untuk terus mengawal implementasi GERNAS RANA di semua lini, dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk orang tua, guru, dan masyarakat.

Dengan adanya GERNAS RANA, diharapkan angka kekerasan terhadap anak dapat ditekan secara signifikan. Pratikno optimistis bahwa dengan kolaborasi semua pihak, Indonesia dapat menciptakan generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga