Anak Terduga Maling Ayam Tewas Dikeroyok di Bali Dapat Donasi Rp 190 Juta
Anak Korban Pengeroyokan Maling Ayam di Bali Dapat Rp 190 Juta

Seorang pria berinisial KD tewas dikeroyok massa setelah diduga mencuri ayam di Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali. Peristiwa tragis itu viral setelah anak KD yang masih kecil menangis histeris melihat jasad ayahnya. Kepedihan publik pun mendorong gelombang solidaritas: donasi untuk pendidikan kedua anak KD telah mencapai Rp 190 juta.

Kronologi dan Respons Warga

Kejadian berlangsung pada akhir pekan lalu di kawasan perdesaan Tabanan. KD diteriaki sebagai pencuri ayam, lalu dikeroyok hingga tewas di tempat. Polisi saat ini masih menyelidiki kasus tersebut. Setelah kabar menyebar, sejumlah warga bergantian datang ke rumah duka membawa bantuan, mulai dari sembako, uang tunai, hingga kebutuhan rumah tangga. Sebuah motor Honda Scoopy baru pun diberikan oleh seorang donatur.

Donasi untuk Pendidikan Anak

Pegiat media sosial Ary Ulangun mengungkapkan bahwa donasi dikumpulkan bersama relawan seperti Nang Etong dan para donatur lainnya dalam dua hari. "Totalnya ada sekitar Rp 190 jutaan. Rencana akan kita manfaatkan semaksimal mungkin untuk pendidikan anaknya," ujar Ary kepada detikBali. Ia menegaskan seluruh uang ditempatkan dalam deposito agar tetap terpantau dan digunakan sesuai harapan donatur, yakni menjamin masa depan pendidikan kedua anak KD.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dukungan Keluarga dan Proses Hukum

Sepupu KD, Made Partha, menyebutkan bahwa anak-anak KD masih berduka mendalam. Partha menegaskan keluarga mendukung penuh proses hukum yang berjalan dan berharap pelaku pengeroyokan diproses secara adil. Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.

Kasus ini memicu perdebatan di media sosial tentang tindakan main hakim sendiri dan pentingnya penegakan hukum. Sejumlah kalangan mengecam aksi pengeroyokan dan mendorong agar pelaku dihukum seberat-beratnya. Sementara itu, donasi terus mengalir, menunjukkan empati publik terhadap nasib anak-anak yang ditinggalkan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga