Kejaksaan Prancis Bentuk Tim Khusus untuk Selidiki Epstein Files, Libatkan Polisi
Kejaksaan Prancis Bentuk Tim Khusus Selidiki Epstein Files

Kejaksaan Prancis Bentuk Tim Khusus untuk Mendalami Skandal Epstein Files

Kantor kejaksaan Paris secara resmi mengumumkan pembentukan tim khusus yang bertugas menyelidiki kasus yang terkait dengan Epstein Files. Tim ini terdiri dari para pengacara yang akan menganalisis berkas-berkas terpidana kejahatan seksual, Jeffrey Epstein, untuk mengungkap fakta-fakta baru.

Kolaborasi dengan Polisi dan Jaksa Kejahatan Keuangan

Dilansir dari AFP pada Minggu (15/2/2026), tim khusus tersebut akan bekerja sama erat dengan jaksa dari unit kejahatan keuangan nasional dan kepolisian Prancis. Kolaborasi ini bertujuan untuk memperdalam penyelidikan dan memastikan semua aspek hukum tercover dengan baik.

Kejaksaan Paris juga menyatakan akan membuka penyelidikan atas dugaan kejahatan apa pun yang terkait dengan Epstein, termasuk kemungkinan keterlibatan pihak-pihak lain dalam skandal ini.

Nama Tokoh Publik Prancis Muncul dalam Dokumen

Beberapa tokoh publik Prancis disebutkan dalam rilis terbaru Departemen Kehakiman Amerika Serikat mengenai materi dari berkas Epstein. Meskipun demikian, kejaksaan menegaskan bahwa munculnya nama-nama tersebut tidak serta-merta mengindikasikan adanya pelanggaran hukum.

Otoritas Prancis telah menyampaikan komitmennya untuk menyelidiki seorang diplomat yang namanya disebut berkali-kali dalam dokumen Jeffrey Epstein. Diplomat ini diketahui muncul dalam sejumlah email yang dikirimkan kepada Epstein.

Penyelidikan Terhadap Diplomat Fabrice Aidan

Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, seperti dilaporkan AFP pada Rabu (11/2), telah meminta dilakukannya penyelidikan terhadap seorang diplomat bernama Fabrice Aidan. Barrot mengaku telah meneruskan tuduhan yang menjerat Aidan kepada jaksa penuntut umum Prancis dan meluncurkan penyelidikan internal.

"Saya sangat terkejut," kata Barrot dalam pernyataannya. Dia mendeskripsikan Aidan sebagai 'sekretaris utama urusan luar negeri yang sedang cuti karena alasan pribadi dan memegang beberapa posisi di sektor swasta'.

Media-media Prancis, setelah menemukan nama Aidan dalam berkas Epstein, melaporkan bahwa dia melakukan korespondensi email dengan Epstein dari tahun 2010 hingga 2017. Hal ini menambah kompleksitas penyelidikan yang sedang berlangsung.

Meskipun nama-nama dalam dokumen Epstein tidak langsung menandakan kesalahan, kejaksaan Prancis bertekad untuk mengejar kebenaran dan memastikan bahwa semua pihak yang terlibat dalam skandal ini diadili sesuai dengan hukum yang berlaku.