Puluhan Wisatawan Nekat Naik Anak Krakatau Saat Status Siaga
Wisatawan Nekat Naik Anak Krakatau Saat Siaga

Tim Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memergoki puluhan wisatawan yang nekat menaiki Gunung Anak Krakatau (GAK) di Lampung Selatan, meskipun gunung tersebut berstatus siaga dan telah diimbau untuk tidak mendekat dalam radius 3 kilometer. Kejadian ini terungkap saat petugas melakukan perawatan peralatan pemantauan di kawasan tersebut pada Senin (3/8/2026).

Wisatawan Terekam Sedang Berswafoto

Puluhan wisatawan yang belum diketahui asal usulnya itu terekam berada di lereng Gunung Anak Krakatau. Mereka terlihat santai melakukan swafoto dan merekam video, seolah tidak menyadari bahaya yang mengancam. Setelah mengetahui kedatangan petugas, mereka berbondong-bondong turun dan meninggalkan lokasi yang merupakan kawasan cagar alam tersebut.

Kepala Pos Pantau Konfirmasi Kejadian

Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau Lampung Selatan, Andi Suwardi, membenarkan adanya aktivitas wisatawan di kawasan terlarang itu. Menurutnya, keberadaan mereka diketahui saat tim maintenance tengah merawat peralatan pemantauan di gunung tersebut.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

"Iya, kemarin saat tim maintenance peralatan berada di sana, mereka melihat ada wisatawan. Kami mengimbau semua pihak mematuhi rekomendasi karena kawasan itu masih berbahaya untuk keselamatan," kata Andi, dilansir detikSumbagsel, Selasa (4/8/2026).

Dugaan Akses Melalui Kapal Sewaan

Andi menduga rombongan wisatawan itu menggunakan kapal sewaan dari Dermaga Canti menuju Pulau Sebesi, kemudian mendekati Gunung Anak Krakatau. Namun, pihaknya belum mengetahui secara pasti bagaimana mereka bisa memasuki kawasan yang dilarang tersebut.

"Kemungkinan menggunakan kapal dari arah Sebesi. Untuk bagaimana mereka bisa sampai ke sana masih kami dalami," ujarnya.

Status Siaga dan Rekomendasi Keselamatan

Gunung Anak Krakatau masih berstatus siaga level II sejak erupsi terakhir pada 11 Juli 2026. PVMBG merekomendasikan agar tidak ada aktivitas pendakian atau kunjungan dalam radius 3 km dari kawah. Pelanggaran terhadap rekomendasi ini tidak hanya membahayakan keselamatan wisatawan, tetapi juga dapat menghambat upaya mitigasi bencana.

Masyarakat dan wisatawan diimbau untuk mematuhi rekomendasi resmi demi keselamatan bersama. Pihak PVMBG akan terus memantau aktivitas gunung dan melakukan evaluasi terhadap akses masuk ke kawasan tersebut.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga