Jambi Tanam 201.274 Bibit Pohon Serentak untuk Peringati HUT ke-69 Provinsi
Provinsi Jambi merayakan hari jadinya yang ke-69 dengan aksi nyata pelestarian lingkungan melalui Gerakan Penanaman 201.274 Pohon Serentak. Kegiatan yang diinisiasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) ini dilaksanakan pada Jumat, 6 Januari 2026, di 11 kabupaten/kota se-Jambi. Gerakan ini bukan sekadar seremoni, melainkan upaya kolektif untuk memulihkan ekosistem yang kian rentan.
Peran Penting dalam Menjaga Keseimbangan Alam
Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup Bidang Kelestarian Sumber Daya Keanekaragaman Hayati dan Sosial Budaya, Nur Adi Wardojo, menekankan bahwa gerakan ini memiliki peran krusial bagi kehidupan. "Gerakan penanaman pohon di sempadan sungai dan areal terbuka memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus melindungi masyarakat dari risiko banjir dan longsor," ujarnya. Ia menambahkan bahwa kawasan sempadan sungai harus dijaga agar fungsi ekologisnya tetap optimal sebagai ruang penyangga.
Angka penanaman yang mencapai 201.274 bibit pohon ini menjadi pesan tegas bahwa rehabilitasi lahan dan daerah aliran sungai bukan lagi pilihan, melainkan keharusan untuk meningkatkan daya dukung lingkungan bagi generasi mendatang. Gerakan ini juga menjadi simbol dukungan penuh pemerintah pusat terhadap inisiatif lokal di Jambi.
Fokus pada Sempadan Sungai Batanghari
Gerakan Penanaman Pohon Serentak dipusatkan di lokasi-lokasi strategis, terutama di sempadan Sungai Batanghari, seperti Dusun Tuo, Desa Pematang Jering, Kecamatan Jambi Luar Kota, serta Kabupaten Muaro Jambi. Bagi masyarakat setempat, pohon-pohon yang ditanam hari ini dianggap sebagai benteng pertahanan masa depan. Sempadan sungai yang kokoh berakar akan berfungsi sebagai filter alami dan penjaga volume air, membantu mencegah bencana yang kerap mengintai saat musim penghujan tiba.
Selain penanaman massal, dilakukan juga pembagian bibit pohon kepada warga untuk ditanam dan dirawat secara mandiri. Ini merupakan upaya berkelanjutan dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Batanghari yang vital bagi ekosistem Jambi.
Komitmen Merawat dan Sinergi Semua Pihak
Nur Adi mengingatkan bahwa keberhasilan gerakan ini tidak berhenti pada ratusan ribu pohon yang ditanam, melainkan pada komitmen untuk merawatnya hingga tumbuh menjulang. "Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, komunitas lingkungan, pelajar, dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan," tegasnya.
Sekretaris Daerah Kota Jambi, A. Ridwan, menambahkan bahwa program ini menjadi jawaban atas permasalahan perubahan iklim dan bencana hidrometeorologi di Indonesia. Kegiatan ini sejalan dengan program Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang menggelar aksi serupa di berbagai wilayah sebagai respons atas meningkatnya ancaman perubahan iklim, banjir, dan longsor.
Memperkuat Fondasi Pembangunan Berkelanjutan
Melalui gerakan ini, Provinsi Jambi tidak hanya merayakan usia, tetapi juga memperkuat fondasi pembangunan daerah yang lebih tangguh dan berketahanan terhadap dampak perubahan iklim. Pemerintah Kota Jambi menegaskan komitmennya untuk terus mendukung upaya pelestarian lingkungan, pemulihan ekosistem Sungai Batanghari, serta mewujudkan pembangunan berkelanjutan demi masa depan yang lebih hijau dan aman.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Gubernur Jambi Al Haris turut menyerahkan bantuan 20 ribu benih ikan patin kepada kelompok tani. Ini merupakan bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat, menunjukkan bahwa pembangunan berkelanjutan mencakup aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi secara holistik.