Polisi Buka Posko Khusus Bantu Korban Kebakaran di Mampang Prapatan Urus Dokumen yang Terbakar
Polsek Mampang Prapatan, di bawah naungan Polres Metro Jakarta Selatan, telah mengambil langkah sigap dengan membuka posko pelayanan bagi warga yang terdampak kebakaran di Jalan Bangka III. Posko ini didirikan langsung di lokasi kejadian untuk memudahkan para korban dalam mengurus berbagai dokumen penting yang hilang atau rusak akibat kobaran api, tanpa harus repot datang ke kantor polsek.
"Posko ada di lokasi kebakaran, jadi nggak perlu ke Polsek. Ini bentuk kepedulian kami untuk memudahkan para korban," tegas Kapolsek Mampang Prapatan, Kompol Wahid Key, pada Selasa, 10 Februari 2026. Dia menegaskan bahwa seluruh layanan pengurusan dokumen ini diberikan secara gratis, tidak dikenakan biaya apa pun kepada warga.
Dokumen yang Dapat Dilaporkan dan Bantuan Lainnya
Warga yang kehilangan dokumen dapat melaporkan berbagai jenis berkas, termasuk:
- Kartu ATM dan buku tabungan
- Buku nikah dan surat gadai
- STNK kendaraan
- Ijazah pendidikan
Selain itu, Kapolsek Mampang Prapatan bersama dengan Dewan Kota Administrasi Jakarta Selatan, Ahmad Kurtubi, serta Camat Mampang Prapatan, Jazuri, telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi kebakaran di Jalan Bangka III RT 014 RW 002, Kelurahan Pela Mampang. Kebakaran ini dilaporkan telah menghanguskan 16 rumah, dengan dampak terhadap sekitar 55 jiwa dari 22 keluarga. Kerugian material diperkirakan mencapai Rp 2,93 miliar, meskipun untungnya tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
Dukungan dari Berbagai Pihak dan Proses Pemadaman
Para korban kebakaran saat ini mengungsi di halaman Masjid At-Taqwa di Jalan Bangka III. Bantuan telah mengalir dari berbagai pihak, termasuk:
- Unsur TNI dan Polri
- Pemerintah Kota Jakarta Selatan
- BPBD DKI Jakarta
- Dinas Sosial DKI Jakarta
- Warga setempat dan pengurus Masjid At-Taqwa
- Pengurus RT serta PKK
Bantuan yang disalurkan mencakup kebutuhan pokok seperti makanan dan minuman, kasur lipat, matras, selimut, alat mandi, hingga perlengkapan sekolah seperti tas, sepatu, seragam, dan pakaian layak pakai.
Kebakaran tersebut dilaporkan terjadi pada pukul 04.39 WIB, dengan petugas pemadam kebakaran mulai bertindak sejak pukul 04.48 WIB. Dugaan penyebabnya adalah masalah kelistrikan, sebagaimana diungkapkan oleh Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Selatan, Asril Rizal. Sebanyak 19 unit mobil damkar dan 91 personel dikerahkan ke tempat kejadian perkara.
Proses pemadaman berlangsung selama lebih dari tiga jam, dengan fase pendinginan menjadi bagian terpanjang sejak pukul 06.30 WIB. Pemadaman dinyatakan selesai pada pukul 07.55 WIB, dengan luas area yang terbakar mencapai sekitar 875 meter persegi. Upaya bersama dari berbagai instansi ini menunjukkan solidaritas dalam menangani bencana dan membantu warga yang terdampak untuk segera bangkit kembali.