Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni akan memperkuat langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahwa fenomena El Nino berpotensi terjadi lebih cepat pada tahun ini. Hal tersebut menjadi salah satu bahasan dalam rapat terbatas (ratas) yang digelar Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (28/7/2026).
Prediksi BMKG: El Nino Datang Lebih Awal
Raja Juli menjelaskan bahwa siklus El Nino biasanya terjadi setiap empat tahun sekali. Berdasarkan catatan, El Nino pernah terjadi pada 2015, 2019, dan 2023. Siklus berikutnya seharusnya pada 2027, namun BMKG memprediksi fenomena ini akan terjadi lebih cepat, yakni pada tahun ini. "Jadi kekeringannya datang lebih cepat ya, dan berakhirnya lebih lambat. Nah, itu tentu harus ada antisipasi," ujar Raja Juli kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan.
Menurutnya, antisipasi dini sangat penting karena dampak karhutla tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengganggu kesehatan masyarakat, transportasi udara, pendidikan, dan kegiatan ekonomi. "Kita tahu ya karhutla ini akibatnya dari segi kesehatan masyarakat kita kena ISPA, dari segi ekonomi bandara tutup, sekolah tutup, pusat-pusat perekonomian berhenti. Jadi perlu sekali kita mengantisipasi karhutla ini," tegasnya.
Tren Penurunan Luas Karhutla
Di sisi lain, Raja Juli mencatat tren penurunan luas karhutla dalam beberapa tahun terakhir. Luas area terdampak turun dari sekitar 2,6 juta hektare pada 2015 menjadi 2,1 juta hektare pada 2019, kemudian menjadi sekitar 1,1 juta hektare pada 2023. "Tahun lalu juga turun ya dari 375 jadi 350-an. Jadi sebenarnya kita bisa menekan itu, cuman ini butuh koordinasi yang lebih rekat lagi, lebih ketat lagi, karena memang ini El Ninonya, climate change is real gitu ya. Jadi kita perlu bersama-sama mengantisipasi," ujarnya.
Raja Juli menambahkan bahwa koordinasi antarinstansi menjadi kunci untuk menekan angka karhutla, terutama karena perubahan iklim membuat fenomena El Nino semakin tidak menentu. Ia berterima kasih kepada Presiden Prabowo yang telah menginisiasi ratas untuk membahas langkah antisipasi.
Wilayah Rawan Karhutla
Raja Juli menyebut enam provinsi yang selama ini menjadi langganan karhutla di lahan gambut masih menjadi perhatian utama, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Namun, ia juga melihat tren baru di luar enam provinsi tersebut. "Tapi ini ada tren baru ya di luar 6 provinsi itu juga terjadi cukup masif, semacam di NTT, kemudian di NTB, di beberapa tempat lah. Jadi nanti kita akan bahas lebih detail," ujarnya.
Wilayah-wilayah baru yang mulai mengalami karhutla signifikan memerlukan pendekatan khusus. Kemenhut akan memperkuat patroli dan sistem peringatan dini, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya pembakaran lahan. Raja Juli menekankan bahwa antisipasi karhutla membutuhkan partisipasi semua pihak, termasuk pemerintah daerah, kepolisian, dan masyarakat.
Dengan prediksi El Nino yang lebih cepat, Kementerian Kehutanan bersama BMKG dan instansi terkait akan menyusun rencana kontingensi. Langkah-langkah preventif seperti pembasahan lahan gambut, pembuatan sekat bakar, serta penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan akan diintensifkan. Masyarakat diharapkan tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar, karena dampaknya sangat merugikan.



