Detik-Detik Kebakaran Rumah di Pulogadung Tewaskan Kakak-Adik, 9 Mobil Damkar Dikerahkan
Kebakaran Pulogadung Tewaskan Kakak-Adik, 9 Damkar Dikerahkan

Saksi petugas keamanan RW 14 bernama Agung dan Ubay mengungkapkan detik-detik kebakaran rumah di Kayu Putih, Pulogadung, Jakarta Timur yang menewaskan dua orang kakak-adik. Peristiwa terjadi pada Minggu, 26 Juli 2026, sekitar pukul 19.31 WIB di Jalan Pulo Mas Utara 2B.

Saksi Ceritakan Saat Api Mulai Membesar

Agung menuturkan bahwa saat kebakaran terjadi, dirinya sedang bersama ayah korban di pos keamanan. Ayah korban saat itu tengah menunggu kerabatnya. Tiba-tiba, seorang warga bernama Pak Temi memberitahu bahwa rumah di depan terbakar. "Kita ke sini api udah nyala emang. Udah nggak bisa gimana lah, api udah nyala lah. Damkar aja udah. Kita sebisa-bisa pakai APAR, apa nih. Yang libur aja sampai pada datang sih. Sigap semua lah," kata Agung di lokasi, Selasa (28/7/2026).

Agung mengaku langsung menghubungi Danru (komandan regu) untuk meminta bantuan. Ia juga mendengar suara ledakan yang diduga berasal dari motor di dalam rumah. "Ada (ledakan), Bang. Motor di dalam dua meledak, Bang," ujarnya. Meski demikian, Agung belum bisa memastikan penyebab kebakaran. "Dugaan mah nggak adalah, Bang. Pokoknya kita datang tuh udah nyala emang," tambahnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Petugas Damkar Bergerak Cepat

Agung mengapresiasi respons cepat petugas pemadam kebakaran (damkar). "Damkarnya bagus juga, gercep (gerak cepat) sih, siaga semualah," imbuhnya. Berdasarkan laporan resmi dari akun Instagram Sudin Gulkarmat Jakarta Timur, sebanyak 9 unit mobil pemadam dan unit pendukung serta 45 personel dikerahkan ke lokasi kejadian. Proses pemadaman dinyatakan selesai sepenuhnya pada pukul 21.21 WIB.

Kebakaran bermula saat tetangga sekitar mendengar suara dentuman menyerupai ledakan. Ketika diperiksa, kobaran api sudah membesar dan menjalar dengan cepat ke bagian rumah lainnya. Petugas damkar langsung meluncur setelah menerima laporan.

Korban Kakak-Adik, Lahir 2011 dan 2018

Kapolsek Pulogadung Kompol Gomos Simamora mengonfirmasi bahwa kedua korban tewas merupakan kakak dan adik. "Kedua korban adik dan kakak. Kelahiran 2011 dan 2018," kata Gomos saat dihubungi wartawan, Senin (27/7). Dengan demikian, korban termuda berusia sekitar 8 tahun dan yang lebih tua 15 tahun pada saat kejadian.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai penyebab pasti kebakaran. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan. Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di permukiman padat penduduk seperti Pulogadung.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga