Remaja 14 Tahun Tenggelam di Sungai Ciliwung Jagakarsa
Remaja Tenggelam di Sungai Ciliwung Jagakarsa

Seorang remaja bernama Zafran Ramadhan Selani (14) dilaporkan tenggelam di aliran Sungai Ciliwung, tepatnya di wilayah Lenteng Agung, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Peristiwa nahas itu terjadi pada Kamis, 30 Juli 2026, sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu, korban bersama empat orang rekannya sedang mandi dan berenang di sungai tersebut. Korban diduga memasuki area sungai yang memiliki kedalaman lebih dari lokasi sebelumnya sehingga mengalami kesulitan untuk menyelamatkan diri dan terseret arus.

Kronologi Kejadian

Menurut laporan yang diterima dari Basarnas, korban dan teman-temannya datang ke sungai untuk bermain air. Tanpa disadari, mereka berada di titik yang lebih dalam. Korban yang tidak bisa berenang dengan baik mulai panik dan tenggelam. Teman-temannya berusaha menolong namun arus terlalu deras. Mereka kemudian melaporkan kejadian ini kepada warga setempat yang segera menghubungi tim penyelamat.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), Desiana Kartika Bahari, menyatakan bahwa operasi pencarian segera dilakukan setelah menerima laporan. "Operasi pencarian difokuskan pada penyisiran di sekitar lokasi kejadian dengan mengutamakan keselamatan seluruh personel yang terlibat," ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta pada Jumat, 31 Juli 2026.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Upaya Pencarian Korban

Tim SAR gabungan yang dikerahkan terdiri dari Unit Siaga SAR Bekasi, Pemadam Kebakaran Pasar Rebo, BPBD Jakarta Selatan, Babinsa Koramil 03 Cijantung, serta masyarakat setempat. Mereka melakukan penyisiran dan pengamatan secara visual di sepanjang area sekitar lokasi diduga korban tenggelam. Proses pencarian terpaksa dihentikan sementara pada Kamis malam karena kondisi gelap dan akan dilanjutkan kembali pada pagi hari berikutnya.

Desiana menambahkan, "Kami akan terus berupaya secara maksimal bersama seluruh unsur yang terlibat dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan personel selama pelaksanaan operasi SAR." Tim SAR juga menggunakan peralatan seperti perahu karet dan alat selam untuk menyisir sungai yang keruh dan berlumpur.

Pernyataan Resmi dan Imbauan

Kejadian ini menjadi pengingat akan bahaya berenang di sungai, terutama bagi anak-anak. Sungai Ciliwung di musim hujan memiliki arus yang tidak terduga dan kedalaman yang bervariasi. Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tidak mandi atau berenang di sungai tanpa pengawasan dan perlengkapan keselamatan yang memadai.

Hingga berita ini diturunkan, korban masih dalam pencarian. Tim SAR terus berusaha semaksimal mungkin untuk menemukan Zafran. Keluarga korban berharap agar proses pencarian dapat membuahkan hasil dan memohon doa dari seluruh masyarakat.

Sebelumnya, kasus serupa juga terjadi di Sungai Cisadane, Tangerang Selatan, di mana seorang remaja ditemukan tewas setelah terseret arus saat berenang. Kejadian berulang ini menunjukkan pentingnya kewaspadaan dan edukasi keselamatan di lingkungan perairan terbuka.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga