9 Tewas Saat Ratusan Migran Coba Terobos Wilayah Ceuta dari Maroko
9 Tewas Saat Migran Terobos Ceuta

Sembilan orang dilaporkan tewas ketika ratusan migran berusaha menerobos masuk ke wilayah Ceuta, sebuah eksklave Spanyol yang berbatasan langsung dengan Maroko. Juru bicara pemerintah Spanyol menyampaikan bahwa sembilan jenazah telah ditemukan dalam insiden tersebut, seperti dilansir AFP pada Jumat, 31 Juli 2026.

Kronologi Peristiwa

Para migran berupaya mencapai Ceuta dengan berenang melewati pagar perbatasan laut. Menurut laporan Reuters pada Kamis, 30 Juli 2026, mereka masuk melalui jalur laut di kawasan pemecah gelombang Tarajal. Rekaman video menunjukkan sejumlah migran menggunakan ban dalam dan alat apung lainnya untuk berenang dari wilayah Maroko. Sebagian lainnya terlihat menerobos gerbang pagar perbatasan sebelum berlari menuju Ceuta.

Juru bicara Guardia Civil, otoritas keamanan Spanyol, mengatakan para migran masuk "secara besar-besaran dari laut" melalui Tarajal. Namun, pihaknya belum dapat memastikan jumlah pasti orang yang berhasil menyeberang.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Respons Otoritas dan Dampak

Sebelumnya, ribuan migran telah dilaporkan memasuki Ceuta dari Maroko, membuat aparat Guardia Civil kewalahan mengamankan perbatasan. Televisi pemerintah Spanyol, TVE, melaporkan bahwa sekitar 2.000 hingga 3.000 migran telah memasuki Ceuta. Reuters menyebut angka tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Insiden ini menambah ketegangan di perbatasan antara Spanyol dan Maroko, yang kerap menjadi jalur masuk migran dari Afrika ke Eropa. Pemerintah setempat sebelumnya telah meminta status darurat menyusul gelombang kedatangan migran dalam jumlah besar.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga