Seorang petugas pemadam kebakaran dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur meninggal dunia dalam operasi pemadaman kebakaran tumpukan sampah di Jalan Penggilingan Baru, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Minggu (2/8/2026). Peristiwa ini menyisakan duka mendalam bagi seluruh jajaran Dinas Gulkarmat DKI Jakarta.
Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta Bayu Meghantara menjelaskan bahwa korban saat itu tidak bertugas di garis depan pemadaman, melainkan bertugas mencari sumber air untuk mendukung operasi. Ketika sedang menyambungkan selang, korban tiba-tiba mengeluhkan nyeri pada dadanya. "Almarhum bertugas mencari sumber air sebagai bagian dari dukungan operasi dan tidak berada pada posisi penyerangan atau pemadaman api secara langsung. Saat melakukan penyambungan selang, almarhum tiba-tiba mengeluhkan nyeri pada bagian dada," kata Bayu dalam keterangannya, Minggu.
Dievakuasi ke RS Harapan Bunda
Setelah mengeluhkan nyeri dada, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Harapan Bunda. Tim medis di lokasi sempat melakukan resusitasi jantung paru (RJP) untuk menyelamatkan nyawanya. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Korban dinyatakan meninggal dunia pada pukul 13.30 WIB. Bayu menyebutkan bahwa almarhum diketahui memiliki riwayat penyakit jantung.
Insiden ini bermula dari laporan kebakaran tumpukan sampah yang diterima Dinas Gulkarmat pada pukul 07.02 WIB. Sebanyak 10 unit mobil pemadam dan 50 personel dikerahkan menuju lokasi kejadian. Operasi pemadaman mulai dilakukan pada pukul 07.11 WIB. Berkat upaya petugas, api berhasil dilokalisasi pada pukul 11.35 WIB, setelah lebih dari empat jam pertempuran melawan si jago merah.
Kendala Ground Fire di Tumpukan Sampah
Proses pemadaman tidak berjalan mulus. Menurut Bayu, tumpukan puing di permukaan menutupi sampah di lapisan bawah sehingga memicu munculnya ground fire atau titik api bawah tanah. Kondisi ini membuat api terus mengeluarkan asap pekat meski bagian atas sudah tampak padam. "Proses pemadaman sempat terkendala karena tumpukan puing di permukaan menutupi sampah di lapisan bawah," jelas Bayu.
Ground fire merupakan istilah untuk api yang menjalar di bawah permukaan material padat, seperti tumpukan sampah. Api semacam ini sulit terlihat langsung dan sering kali menimbulkan asap tebal yang membahayakan kesehatan serta mengganggu jarak pandang petugas di lokasi. Karena itu, petugas harus bekerja ekstra hati-hati untuk memastikan tidak ada bara yang tersembunyi.
Hingga Minggu siang, petugas Gulkarmat bersama Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) masih melakukan pendinginan dan mengurai material sampah. Proses pendinginan sendiri sudah dimulai sejak pukul 13.15 WIB. Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh titik api benar-benar padam dan tidak menyala kembali. Pekerjaan mengurai tumpukan sampah dilakukan secara manual dengan alat bantu untuk menjangkau lapisan terdalam.
Belasungkawa dan Pemenuhan Hak
Atas kejadian ini, Dinas Gulkarmat Provinsi DKI Jakarta menyampaikan rasa duka cita yang mendalam. Bayu memastikan seluruh hak almarhum akan dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku. "Dinas Gulkarmat Provinsi DKI Jakarta menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum serta akan memastikan pemenuhan hak-hak almarhum sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ujarnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan tingginya risiko yang dihadapi petugas pemadam kebakaran dalam menjalankan tugas kemanusiaan. Meskipun tidak berada di titik api, risiko kesehatan seperti serangan jantung tetap mengancam, terutama bagi petugas yang memiliki keluhan kesehatan sebelumnya. Dinas Gulkarmat diharapkan terus memperhatikan kondisi kesehatan personelnya, termasuk melakukan pemeriksaan berkala, agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.



