Korban Meninggal Kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 Bertambah Jadi 5 Orang
Korban Jiwa KM Mutiara Sentosa 2 Jadi 5 Orang

Pembaruan data Kantor SAR Surabaya mencatat jumlah korban meninggal dunia dalam musibah kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Sumenep, Madura, kembali bertambah menjadi lima orang. Hingga pukul 17.00 WIB, tim gabungan berhasil mengevakuasi total 232 orang, terdiri atas 227 penumpang yang selamat dan lima orang yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Proses evakuasi massal yang berlangsung di perairan Sapudi ini menunjukkan tren peningkatan jumlah korban selamat secara signifikan sejak operasi penyelamatan dimulai. Menurut data resmi Basarnas, seluruh korban telah diangkat dari laut maupun dari dek kapal oleh sembilan armada yang terlibat dalam operasi pertolongan.

Sebaran Evakuasi oleh Sembilan Kapal Penolong

Koordinasi lintas instansi dan keterlibatan kapal-kapal niaga menjadi kunci utama keberhasilan evakuasi. Berdasarkan catatan Basarnas pada pukul 17.00 WIB, setiap kapal penolong memiliki kontribusi berbeda dalam menyelamatkan korban. Berikut rinciannya:

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram
  • KM Meratus Pematang Siantar: mengevakuasi 109 orang selamat dan 2 orang meninggal dunia.
  • TB Hasnur 26: mengevakuasi 65 orang selamat dan 1 orang meninggal dunia.
  • KM Transco Arafura: mengevakuasi 17 orang selamat.
  • KM Meratus Project 3: mengevakuasi 13 orang selamat dan 1 orang meninggal dunia.
  • KM Icon Daniel: mengevakuasi 1 orang meninggal dunia.
  • KM Selaras Mas: mengevakuasi 7 orang selamat.
  • KM Prakarsa Mas: mengevakuasi 7 orang selamat.
  • KM SC Aila XVII: mengevakusi 7 orang selamat.
  • KM British Mentor: mengevakuasi 2 orang selamat.

Total evakuasi dari sembilan kapal tersebut menghasilkan 227 orang selamat dan lima orang meninggal dunia. Data ini menggambarkan besarnya skala operasi penyelamatan yang melibatkan berbagai jenis kapal, mulai dari kapal niaga, kapal tunda, hingga kapal tanker.

Operasi Penyelamatan yang Dinamis

Proses evakuasi di perairan Sapudi terus bergerak dinamis dengan adanya penambahan data korban dari waktu ke waktu. Kantor SAR Surabaya terus memperbarui informasi secara berkala, sementara tim gabungan tetap dikerahkan untuk memastikan tidak ada penumpang yang tertinggal di lokasi kejadian.

Keterlibatan sedikitnya sembilan armada kapal dalam operasi ini menunjukkan koordinasi yang efektif antara Basarnas, TNI AL, serta pihak pelayaran swasta. Mereka bergotong-royong merapat ke titik koordinat musibah untuk mempercepat proses evakuasi dan memberikan pertolongan pertama bagi para korban.

Sejauh ini, seluruh korban selamat telah dibawa ke tempat yang lebih aman untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan. Sebagian korban dilaporkan telah dievakuasi ke Tanjung Perak, Surabaya, untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut seperti yang disampaikan dalam laporan sebelumnya.

Imbauan dan Langkah Lanjutan

Basarnas bersama instansi terkait masih melakukan pencarian dan pemantauan di sekitar perairan Sapudi untuk memastikan tidak ada korban lain yang belum teridentifikasi. Perkembangan jumlah korban didasarkan pada data terkini yang dirilis oleh Kantor SAR Surabaya hingga pukul 17.00 WIB.

Masyarakat dan keluarga penumpang diharapkan dapat memantau informasi resmi dari Basarnas dan otoritas pelabuhan, agar tidak terjadi kesimpangsiuran data. Sementara itu, proses evakuasi massal ini menjadi perhatian nasional, mengingat kebakaran kapal penumpang merupakan salah satu musibah yang berdampak besar terhadap keselamatan pelayaran.

Dengan bertambahnya jumlah korban meninggal, operasi penyelamatan tetap berlanjut dan tim gabungan berkomitmen untuk bekerja maksimal hingga proses evakuasi dinyatakan selesai. Para korban selamat juga akan mendapatkan pendampingan psikologis dan sosial sesuai prosedur yang berlaku.

Peristiwa kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Sumenep ini menjadi pengingat pentingnya standar keselamatan pelayaran dan kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat di laut. Pemerintah dan pihak terkait diharapkan dapat melakukan evaluasi menyeluruh untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga