Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memastikan pemerintah segera meluncurkan investigasi untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Sumenep, Madura, pada Minggu (2/8/2026). Penyelidikan akan dilakukan langsung oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), yang disebut AHY membutuhkan waktu untuk menjelaskan secara menyeluruh kepada publik.
KNKT Turun ke Lapangan
Di Bangkalan, Jawa Timur, AHY menyampaikan bahwa pemerintah tidak akan menunda proses investigasi. Ia menegaskan pentingnya mengetahui akar masalah dari insiden yang menimpa kapal rute Surabaya-Makassar tersebut.
"Pemerintah segera luncurkan investigasi, karena kita harus tahu persis apa penyebab dari insiden tersebut," tegas AHY, seperti dilansir CNNIndonesia.com, Minggu (2/8) malam. Ketua Umum Partai Demokrat itu menambahkan bahwa KNKT akan menjadi ujung tombak penyelidikan.
"Investigasi akan dilakukan oleh KNKT, Komite Nasional Keselamatan Transportasi, dan butuh waktu untuk menjelaskan kepada kita semua apa penyebabnya," jelas AHY.
Evakuasi dan Korban Jiwa
Kebakaran kapal yang berangkat dari Surabaya menuju Makassar ini dilaporkan terjadi pada Minggu pagi. Kapal mengangkut sekitar 250 orang penumpang atau Person On Board (POB) saat insiden berlangsung. Hingga pukul 21.00 WIB, tim SAR gabungan telah mengevakuasi 236 penumpang, dengan rincian 231 orang selamat dan lima orang meninggal dunia.
Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, membenarkan data tersebut dan menyebut operasi penyelamatan masih berlanjut. "Kapal Penumpang Mutiara Sentosa 2 Rute Surabaya-Makasar dengan POB sekitar 250 orang terbakar," kata Nanang dalam laporannya.
Tim SAR gabungan terus memastikan tidak ada penumpang yang tertinggal. AHY mengapresiasi kerja cepat Kementerian Perhubungan, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, serta tim SAR dalam memverifikasi data penumpang dan melakukan evakuasi.
Kronologi Laporan Kebakaran
Informasi awal kebakaran diterima petugas siaga Kantor SAR Surabaya dari Syahbandar Tanjung Perak pada pukul 08.24 WIB. Satu menit kemudian, PT Atosim Lampung Pelayaran selaku operator kapal memberikan konfirmasi kepada petugas siaga. Menurut pihak perusahaan, nakhoda sempat melaporkan kebakaran terjadi di ujung utara Madura sekitar pukul 06.00 hingga 07.00 WIB, namun komunikasi terputus setelahnya.
Pada pukul 08.30 WIB, Kantor SAR Surabaya berkoordinasi dengan Syahbandar Tanjung Perak untuk memastikan posisi terakhir kapal. Koordinasi dilanjutkan pada pukul 09.00 WIB antara Pos SAR Sumenep dengan Stasiun Radio Pantai (SROP) Kalianget.
Hasil komunikasi SROP dengan Kapal Meratus Project 3 yang berada di sekitar lokasi kejadian pada pukul 09.45 WIB memastikan posisi KMP Mutiara Sentosa 2 berada 19 mil laut di utara Pulau Buruan, Sapudi. "Kondisi kapal hampir terbakar habis dan penumpang kapal berada di anjungan dan haluan," ucap Nanang.
Evaluasi Keselamatan Pelayaran
AHY menekankan bahwa insiden ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan transportasi laut. Ia meminta seluruh aspek, mulai dari kondisi kapal, kompetensi personel, hingga prakiraan cuaca, diperiksa ulang secara ketat.
"Secara umum, pertama Kementerian Perhubungan, dalam hal ini Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, masih terus memastikan verifikasi data penumpang kapal hasil evakuasi bersama, bekerja sama dengan tim SAR, kemudian kapal-kapal patroli," kata AHY.
Ia menambahkan, "Kita ingin memastikan bahwa terkait transportasi laut, safety first, tentu ini harus kita pastikan. SOP dijalankan, protap dijalankan, keselamatan penumpang nomor satu, cuaca juga tentunya harus bisa kita mitigasi, dan selebihnya kita ingin memastikan kapal selalu dalam kondisi layak, tidak ada masalah teknis, dan semangat kita memang terus meremajakan kapal-kapal kita."
Pemerintah berkomitmen memperkuat Standar Operasional Prosedur (SOP), prosedur tetap (protap), mitigasi cuaca, serta memastikan kelaikan kapal sebelum beroperasi. Langkah ini diambil agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.



