Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Mutiara Sentosa 2 yang melayani rute Surabaya-Makassar terbakar di perairan utara Sumenep, Madura, Jawa Timur, pada Minggu (2/8/2026) pagi. Kebakaran kapal yang membawa sekitar 250 orang tersebut memicu operasi evakuasi besar-besaran oleh tim SAR gabungan beserta sejumlah kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Berdasarkan data sementara dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) hingga pukul 18.00 WIB, sebanyak 232 orang telah berhasil dievakuasi dari kapal yang terbakar. Dari jumlah tersebut, 227 orang dinyatakan selamat dan lima orang meninggal dunia.
Proses Evakuasi Penumpang
Operasi evakuasi dilakukan oleh tim SAR gabungan yang melibatkan Basarnas serta dibantu oleh kapal-kapal lain yang berada di perairan utara Sumenep saat kejadian. Para penumpang dievakuasi dari kapal yang terbakar menuju kapal-kapal penolong sebelum selanjutnya dibawa ke titik aman untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Kebakaran yang terjadi pada pagi hari membuat proses evakuasi berlangsung intensif hingga sore hari. Data yang dirilis Basarnas hingga pukul 18.00 WIB menunjukkan bahwa sebagian besar penumpang telah berhasil diselamatkan, namun lima orang dilaporkan meninggal dunia akibat peristiwa ini. Belum ada keterangan resmi mengenai penyebab pasti kebakaran.
Fakta-Fakta Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2
- Kapal terbakar di perairan utara Sumenep, Madura, Jawa Timur.
- Rute pelayaran kapal adalah Surabaya-Makassar.
- Kapal membawa sekitar 250 orang.
- Sebanyak 232 orang dievakuasi hingga pukul 18.00 WIB.
- 227 orang selamat dan 5 orang meninggal dunia.
Upaya Pemadaman dan Pertolongan
Kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi turut membantu proses evakuasi dan upaya pemadaman. Tim SAR gabungan terus berkoordinasi untuk memastikan tidak ada penumpang yang tertinggal di kapal maupun di perairan sekitar lokasi kejadian. Basarnas juga melakukan pendataan terhadap seluruh penumpang dan awak kapal yang dievakuasi.
Proses pencarian dan pertolongan masih berlanjut hingga malam hari. Petugas di lapangan berupaya memastikan bahwa seluruh orang yang berada di kapal telah terdata dan mendapatkan pertolongan sesuai prosedur. Situasi di lokasi kejadian juga terus dipantau untuk mencegah risiko kebakaran meluas atau menimbulkan dampak lingkungan.
Evaluasi Perusahaan Pemilik Kapal
Peristiwa kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 ini menyoroti catatan keselamatan kapal tersebut. Dalam pemberitaan sebelumnya, kapal ini disebut pernah mengalami kecelakaan. Perusahaan pemilik kapal pun disebut akan dievaluasi menyusul insiden kebakaran ini, terutama terkait dengan standar operasional dan prosedur keselamatan pelayaran.
Evaluasi ini penting untuk memastikan bahwa kapal-kapal penyeberangan yang beroperasi memiliki kelayakan dan memenuhi ketentuan keselamatan, mengingat kapal jenis ini mengangkut banyak penumpang serta kendaraan antar pulau.
Pentingnya Keselamatan Pelayaran
Kapal Motor Penyeberangan (KMP) merupakan salah satu moda transportasi utama yang menghubungkan Pulau Jawa dan Pulau Sulawesi melalui jalur Surabaya-Makassar. Rute ini cukup padat dengan aktivitas penumpang dan barang, sehingga keselamatan pelayaran menjadi prioritas utama.
Kebakaran di kapal merupakan situasi darurat yang berbahaya di laut karena keterbatasan akses dan jarak dari pertolongan. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti perkembangan informasi resmi dari Basarnas serta instansi terkait. Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya prosedur keselamatan dan kesiapsiagaan baik dari operator kapal maupun penumpang.
Hingga berita ini diturunkan, Basarnas masih terus melakukan pendataan dan memastikan seluruh penumpang telah dievakuasi. Operasi pencarian dan pertolongan juga masih berlanjut untuk memastikan tidak ada korban yang tertinggal di kapal atau di sekitar lokasi kejadian.



