KM Cahaya Intan Selebes Tenggelam di Perairan Bombana, Balita Selamat Terombang-ambing
KM Cahaya Intan Selebes Tenggelam di Bombana, Balita Selamat

KM Cahaya Intan Selebes Tenggelam di Perairan Bombana, Balita Selamat Terombang-ambing

Sebuah insiden kecelakaan laut terjadi di perairan Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra). Kapal Motor (KM) Cahaya Intan Selebes dilaporkan tenggelam dengan membawa 7 kru dan 13 penumpang. Kejadian ini menegangkan karena di antara para penumpang terdapat seorang balita berusia dua tahun yang sempat terombang-ambing di laut.

Kronologi Kejadian dan Evakuasi

Menurut keterangan dari Direktur Polisi Perairan dan Udara (Dirpolairud) Polda Sultra, Kombes Saminata, kapal tersebut mengalami kebocoran yang menyebabkan tenggelam. Semua penumpang dan awak kapal berhasil dievakuasi setelah bertahan cukup lama di perairan menggunakan jaket pelampung berwarna oranye.

Dari video yang beredar, terlihat barang-barang dari kapal mengapung di sekitar lokasi kejadian. Para korban berusaha bertahan dengan berpegangan pada pelampung gabus berwarna putih. Situasi semakin mengharukan ketika balita berusia dua tahun tersebut dievakuasi ke atas matras yang mengapung di air.

Peran Orang Tua dalam Menyelamatkan Balita

Kedua orang tua balita tersebut terus menjaga anak mereka agar tidak terjatuh ke laut selama proses evakuasi. Mereka menunjukkan keteguhan hati dalam melindungi buah hati mereka di tengah kondisi yang sangat berbahaya.

Setelah berhasil dievakuasi, semua penumpang dan awak kapal dibawa ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun pengalaman traumatis pasti dirasakan oleh semua yang terlibat.

Respons Otoritas dan Investigasi Lanjutan

Kombes Saminata menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan evakuasi dengan cepat dan efisien. Investigasi penyebab kebocoran kapal masih terus dilakukan untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Insiden ini mengingatkan pentingnya keselamatan pelayaran, terutama di perairan yang sering dilintasi kapal penumpang. Pemerintah daerah dan otoritas terkait diharapkan dapat meningkatkan pengawasan dan standar keamanan kapal.