Kebakaran Tallo Makassar Hanguskan 56 Rumah, 307 Jiwa Mengungsi
Kebakaran Tallo Makassar Hanguskan 56 Rumah, 307 Jiwa

Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman padat penduduk di Kecamatan Tallo, Makassar, Sulawesi Selatan, pada Jumat (31/7) dini hari. Peristiwa itu menyebabkan 56 rumah hangus terbakar dan memaksa 307 jiwa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Kobaran api mulai terlihat sekitar pukul 01.26 WITA dan menyebar dengan cepat karena angin kencang serta material rumah yang didominasi kayu. Warga yang sedang tidur dikejutkan oleh suara gemuruh api dan kepulan asap, sehingga mereka berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

Ketua RW setempat, Farida, mengungkapkan bahwa rumah-rumah yang terbakar berada di kawasan pinggir laut. "Yang terbakar ini rumah-rumah yang ada di pinggir laut, harapannya, semoga ada secepatnya bantuan logistik," kata Farida kepada awak media, Jumat. Ia menjelaskan bahwa sebagian besar bangunan yang dilalap api merupakan rumah panggung, serta kios dan warung milik warga. "Rumah yang terbakar, kebanyakan rumah panggung, ada juga kios-kios, warung-warung," ujarnya. Kondisi permukiman yang padat dengan jarak antar rumah yang berdekatan membuat api dengan cepat menjalar ke bangunan lain, apalagi bahan bangunannya mudah terbakar.

Dua RT Terdampak Kebakaran

Kapolsek Tallo, Kompol Asfada, membeberkan bahwa lokasi kebakaran berada di dua rukun tetangga (RT) yang berdampingan. "Iya, kejadian kebakaran terjadi di dua RT yakni di RT 04 ada 21 rumah dan RT 05 ada 35 rumah. Total ada 56 rumah terdampak," kata Asfada dalam keterangannya. Ia merinci bahwa jumlah warga yang terdampak mencapai 79 kepala keluarga (KK) dengan total 307 jiwa. "Warga yang terdampak di RT 04 ada sekitar 26 KK atau 105 jiwa dan RT 05 ada 52 KK atau 202 jiwa. Jadi total terdampak ada 79 KK atau 307 jiwa," sebutnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Warga yang rumahnya terbakar terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Sebagian warga sempat berusaha memadamkan api dengan alat seadanya, sementara yang lain sibuk menyelamatkan barang-barang berharga. Kebakaran ini juga menimbulkan kepanikan di tengah suasana dini hari yang gelap, dengan anak-anak dan orang tua segera dievakuasi oleh warga setempat.

Tidak Ada Korban Jiwa, Penyebab Masih Diselidiki

Asfada menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut. "Untuk penyebab kebakaran, masih dalam tahap olah TKP dari INAFIS Polrestabes Makassar dan tidak ada korban jiwa maupun luka," ungkapnya. Hingga saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui asal mula api. Petugas juga telah memasang garis polisi di lokasi kejadian untuk mengamankan area. Olah tempat kejadian perkara (TKP) dilakukan oleh tim Inafis guna mengumpulkan barang bukti dan keterangan saksi.

Pemadaman Melibatkan 30 Armada dan 80 Personel Damkar

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Makassar, Fadli Wellang, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima laporan dan langsung mengirimkan puluhan armada ke lokasi kebakaran. "Ada laporan masuk kita langsung kirim 30 armada dengan kekuatan personel sekitar 80 orang," kata Fadli. Para petugas dikerahkan dari berbagai pos untuk mempercepat proses pemadaman. Dengan jumlah personel yang cukup besar, petugas berupaya keras melakukan pembasahan agar api tidak merembet ke permukiman yang lebih luas.

Proses pemadaman berlangsung tidak singkat. Fadli menjelaskan bahwa kendala utama di lapangan adalah akses jalan yang sempit dan padatnya warga yang berada di sekitar lokasi, ditambah dengan tiupan angin yang cukup kencang. Selain itu, mayoritas rumah warga terbuat dari material kayu sehingga api cepat membesar dan merambat ke bangunan lain. "Kendalanya kita hadapi, karena akses jalan ke lokasi ditambah dengan padatnya warga. Kemudian angin juga bertiup kencang, sehingga hal itu menjadi kendala kita. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 04.39 WITA," jelasnya.

Warga Mengungsi dan Membutuhkan Bantuan

Petugas pemadam kebakaran masih melakukan pendinginan di lokasi untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa. Sementara itu, para pengungsi membutuhkan bantuan logistik, terutama makanan, pakaian, dan tempat tinggal sementara. Ketua RW Farida berharap bantuan dapat segera diterima oleh warga yang terdampak. Kejadian ini menjadi perhatian serius karena banyak keluarga yang kehilangan tempat tinggal, termasuk para pedagang yang kiosnya ikut hangus terbakar. Tidak sedikit warga yang kehilangan mata pencaharian karena kios dan warung mereka ludes tidak tersisa.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga

Kobaran api akhirnya dapat dipadamkan sekitar pukul 04.39 WITA atau sekitar tiga jam setelah kebakaran muncul. Meski kerugian material diperkirakan tidak sedikit, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Pihak kepolisian terus berkoordinasi dengan Damkar dan instansi terkait untuk mengungkap penyebab kebakaran serta memastikan warga mendapatkan pendampingan.