Nestapa Kakek di Sulbar: Dapur Terbakar, Uang Tabungan Rp 15 Juta Hangus
Seorang kakek berusia 70 tahun di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, mengalami kesedihan mendalam setelah dapur rumahnya terbakar dan menghanguskan uang tabungan yang ia kumpulkan bertahun-tahun untuk biaya berobat. Kakek bernama Rasil itu tak kuasa menahan tangis saat menyaksikan simpanannya ludes dalam insiden tersebut.
Kronologi Kebakaran yang Menghancurkan Harapan
Kebakaran terjadi di Dusun Rea Jaya, Desa Patampanua, Kecamatan Matakali, pada Jumat (13/2) sekitar pukul 12.30 Wita. Momen pilu Rasil menangisi uangnya yang hangus terekam dalam video yang kemudian viral di berbagai platform media sosial. Dalam rekaman tersebut, terlihat Rasil duduk di tangga rumahnya sambil memegang sisa uang yang terbungkus plastik dan sudah tidak utuh akibat kobaran api.
"Itu uang sengaja saya kumpul, itu saya ingat penyakit yang tidak menentu, itu buat antisipasi jangan sampai suatu waktu butuh biaya untuk berobat," ungkap Rasil dengan suara bergetar saat ditemui wartawan di kediamannya pada Sabtu (14/2/2026). Ia menjelaskan bahwa tabungan itu merupakan persiapan untuk kondisi kesehatan yang tidak pasti di masa depan.
Total Kerugian Mencapai Rp 15 Juta
Berdasarkan keterangan tetangga korban, Sunarti, uang tunai yang terbakar mencapai total Rp 15.685.000. Uang tersebut terdiri dari berbagai pecahan, mulai dari Rp 5.000 hingga Rp 100.000, dengan mayoritas dalam pecahan seratus ribu yang nilainya mencapai sepuluh juta rupiah. Sunarti membantu menghitung sisa uang yang masih dapat dikenali setelah kebakaran.
Menurut penuturan Sunarti, Rasil menyimpan uangnya dengan membungkusnya dalam kantong plastik, lalu memasukkannya ke dalam sebuah kaleng. Kaleng tersebut diletakkan di dapur rumah, yang diduga menjadi sumber awal kebakaran. Insiden ini hanya menghanguskan bagian dapur rumah, sementara area lainnya relatif tidak terdampak.
Kondisi Sosial dan Respons Pemerintah
Kepala Desa Patampanua, Yusuf, mengonfirmasi bahwa Rasil selama ini tinggal sendiri dan menghabiskan waktunya dengan bertani. Korban memiliki seorang anak yang sudah berkeluarga dan tidak tinggal bersamanya. Yusuf menyatakan bahwa pemerintah setempat telah turun tangan dan memberikan bantuan kepada Rasil pasca-kejadian untuk meringankan beban yang ditanggungnya.
Kejadian ini menyoroti kerentanan kelompok lansia yang hidup sendiri dan mengandalkan tabungan kecil untuk kebutuhan mendesak. Viralnya video tangisan Rasil di media sosial juga mengundang simpati dari masyarakat luas, yang berharap ada dukungan lebih lanjut untuk memulihkan keadaannya.