Istri Penumpang KM Mutiara Cemas Usai Suami Tak Bisa Dihubungi
Istri Penumpang KM Mutiara Cemas Suami Tak Bisa Dihubungi

Devi tak kuasa menahan kecemasan saat berbicara dengan awak media di GSN Tanjung Perak Surabaya, Minggu malam (2/8/2026). Warga Gresik ini datang setelah mengetahui KMP Mutiara Sentosa 2 yang ditumpangi suaminya, Deni Tristiawan, mengalami kebakaran hebat di perairan Sumenep, Jawa Timur.

Sejak pagi, Devi berusaha keras menghubungi Deni. Namun, panggilan teleponnya tidak pernah tersambung. Yang lebih menyiksa, nama Deni tidak ada dalam manifest penumpang kapal. Hal ini membuat Devi tidak mendapat kepastian dari petugas mengenai kondisi suaminya.

Telepon Terakhir Pukul 07.00 WIB

Devi mengatakan, terakhir kali ia berkomunikasi dengan Deni pada Minggu pagi pukul 07.00 WIB. Komunikasi sempat terhubung, tetapi setelah itu ketika Devi mencoba menelepon kembali, panggilan sudah tidak dijawab. Hingga malam hari, nomor ponsel Deni tidak kunjung aktif.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

"Terus balik telepon lagi. Terus habis itu tak hubungi lagi nggak bisa. Sampai sekarang belum (terhubung), mau ke Sulawesi sama temannya, tapi nggak bawa kernet gitu, dia sopir tronton," kata Devi di GSN Tanjung Perak Surabaya, seperti dilansir detikJatim, Minggu (2/8/2026).

Perjalanan Laut Pertama bagi Deni

Wanita yang tinggal di Gresik itu menjelaskan, Deni sebenarnya sudah malang-melintang sebagai sopir truk. Namun, perjalanan ke Sulawesi dengan menyeberangkan truk menggunakan kapal laut merupakan hal yang baru pertama kali dilakukan Deni. Dalam perjalanan ini, Deni tidak membawa kernet atau asisten, melainkan berangkat bersama teman-temannya yang juga sopir truk.

"Baru kali ini (kirim barang dengan truk melalui jalur laut). (kirim) Besi, terus sama koil," ujarnya menerangkan muatan yang dibawa truk yang dikemudikan suaminya.

Mengetahui Kebakaran dari Live TikTok

Devi mengaku bukan dari petugas atau pihak kapal pertama kali mendapat kabar tentang kebakaran tersebut. Ia justru melihat peristiwa itu dari siaran langsung di aplikasi TikTok sekitar pukul 12.00 WIB. Dalam siaran itu, tampak kapal terbakar dan penumpang berusaha menyelamatkan diri.

"Dari TikTok. Saya lihat di live TikTok, sekitar jam 12.00 WIB, soalnya nggak ada yang ngabari. Saya cari info, tanya-tanya ternyata kapal yang ditumpangi suami itu terbakar," tutur Devi.

Setelah menonton siaran langsung itu, Devi langsung bergegas ke garasi tempat suaminya biasa bekerja. Ia mencari teman-teman Deni untuk menanyakan kebenaran informasi tersebut. Dari arahan yang didapat, Devi disuruh menuju GSN Tanjung Perak Surabaya untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

"Terus saya langsung datang ke garasi tempat kerjanya. Saya cari info ke teman-temannya, ternyata saya disuruh ke sini. Terus saya hubungi sama pengurus-pengurus itu, terus disuruh kumpul di sini. Ada 5 (truk), ada yang bawa istri," tutupnya.

Profil KMP Mutiara Sentosa 2

KMP Mutiara Sentosa 2 adalah kapal feri jenis Ro-Ro (roll on-roll off) yang dioperasikan oleh PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP). Kapal ini memiliki panjang sekitar 160 meter. Pada Minggu (2/8/2026), kapal bertolak dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menuju Makassar, Sulawesi Selatan.

Menurut data yang dihimpun, kapal mengangkut sebanyak 232 penumpang dan 181 unit kendaraan bermotor. Mayoritas penumpang merupakan pengemudi truk yang membawa barang logistik, seperti yang dilakukan Deni. Dengan kapasitas tersebut, kapal ini menjadi salah satu jalur penting distribusi barang antarpulau.

Kronologi Kebakaran dan Pelaporan

Kebakaran di kapal ini pertama kali terdeteksi pada Minggu pagi sekitar pukul 06.00-07.00 WIB. Laporan darurat kemudian disampaikan oleh pihak pengelola kapal dan Syahbandar Tanjung Perak kepada Kantor SAR Surabaya pada pukul 08.24 WIB. Hal ini dilakukan setelah komunikasi antara petugas kapal dan nahkoda di tengah perairan hilang kontak.

Kapal dilaporkan terbakar di koordinat 06°30'64''S / 114°00'19''E, atau sekitar 19 nautical mile utara Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Titik tersebut berada di perairan yang biasa dilalui kapal dari Surabaya menuju Makassar.

Evakuasi di Tengah Kepanikan

Saat armada penolong tiba di lokasi, kondisi kapal telah hampir terbakar habis. Ratusan penumpang sempat berdesakan di area anjungan dan haluan kapal dengan menggunakan pelampung berwarna oranye. Situasi tersebut memicu kepanikan, dan sebagian penumpang memilih melompat ke laut untuk menyelamatkan diri.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga

Kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi akhirnya merapat untuk memberikan pertolongan. Para penumpang yang berada di air maupun yang masih berada di atas kapal kemudian dievakuasi dan dibawa ke tempat yang lebih aman. Proses evakuasi berlangsung di tengah kondisi kapal yang nyaris hangus oleh api.

Hingga berita ini ditulis, Devi masih menunggu kabar pasti mengenai nasib suaminya. Ia berharap Deni termasuk dalam penumpang yang selamat dan segera bisa dihubungi kembali.