7 SMA Banten Mundur Sekolah Gratis, Gubernur Jamin Biaya Siswa
7 SMA Banten Mundur Sekolah Gratis, Gubernur Jamin Biaya

Tujuh sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) swasta di Banten telah mengirimkan surat resmi pengunduran diri kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten. Dengan mundurnya tujuh sekolah tersebut, jumlah peserta Program Sekolah Gratis pada 2026 menyusut dari 801 sekolah menjadi 794 sekolah.

Gubernur: Angkatan Pertama Tetap Ditanggung

Menanggapi hal itu, Gubernur Banten Andra Soni menegaskan bahwa siswa yang sudah mengikuti program pada tahun sebelumnya tetap menerima pembiayaan dari pemerintah daerah sampai lulus. Jaminan ini tertuang dalam nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) yang disepakati antara Pemprov Banten dan sekolah swasta sejak awal kerja sama.

"Nah, dalam MoU itu disampaikan bahwa pihak sekolah siap menyelenggarakan program untuk satu angkatan penuh. Jadi kalau saat angkatan kedua mereka tidak berkenan untuk ikut, mereka tetap wajib memfasilitasi angkatan pertamanya hingga selesai," ujar Andra di Kota Serang, Senin (3/8/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

"Jika kemudian mereka tidak ingin melanjutkan, itu hanya berlaku untuk angkatan berikutnya. Jadi, angkatan yang sudah terlanjur bersekolah di situ tetap ter-cover," kata Andra.

Andra juga menegaskan bahwa pihak SMA, SMK, maupun Sekolah Khusus (SKh) swasta tidak diperbolehkan memungut iuran apa pun kepada siswa angkatan yang masih berjalan. Hak-hak siswa tetap melekat hingga mereka lulus.

"Jadi kita mengikatnya lewat MoU, ya. Karena ini kan terkait keberlanjutan program. Tidak mungkin mereka ikut di awal, lalu di tengah jalan mau berhenti begitu saja. Dari awal sudah ada MoU yang disepakati bersama," ucapnya.

Dindikbud Rekap Surat Pengunduran Diri

Sebelumnya, Dindikbud Provinsi Banten menyampaikan bahwa tujuh SMA swasta tersebut telah mengajukan surat pengunduran diri secara resmi. Sekretaris Dindikbud Provinsi Banten Rachmat Tamam mengatakan pihaknya masih melakukan rekap terhadap surat-surat yang masuk.

"Lagi direkap, sedang kita rekap ini. Ada sekitar tujuh sekolah yang mengundurkan diri," ujar Rachmat, Jumat (24/7).

Rachmat belum dapat memastikan alasan di balik pengunduran diri sekolah-sekolah tersebut. Menurutnya, Dindikbud perlu memeriksa isi surat terlebih dahulu sebelum mengambil langkah lanjutan. "Nanti kan kita juga harus lihat suratnya, alasannya berdasarkan apa," katanya.

50 Sekolah Baru Menanti Kurasi

Di sisi lain, Gubernur Andra Soni mengungkapkan masih ada sekolah swasta lain yang ingin bergabung dalam Program Sekolah Gratis. Hingga saat ini, sekitar 50 sekolah telah mengajukan diri. Namun, Pemprov Banten akan melakukan kurasi dan seleksi terlebih dahulu terhadap sekolah-sekolah tersebut.

"Saat ini ada sekitar 50 sekolah lagi yang mengajukan diri, tetapi masih kita kurasi dulu," ujarnya.

Program Sekolah Gratis sendiri merupakan inisiatif Pemprov Banten untuk membebaskan biaya pendidikan di jenjang SMA, SMK, dan SKh swasta yang tergabung. Keikutsertaan sekolah bersifat sukarela dan diatur melalui MoU. Mundurnya tujuh sekolah menjadi dinamika yang tidak mengganggu nasib siswa yang telah terdaftar, karena MoU telah mengikat sekolah untuk tetap membiayai satu angkatan penuh hingga tuntas.

Dengan adanya sekitar 50 sekolah yang mengajukan diri, peluang perluasan akses pendidikan gratis di Banten tetap terbuka. Pemprov Banten berkomitmen untuk menjaga keberlanjutan program serta memastikan tidak ada siswa yang dirugikan akibat perubahan status sekolah peserta.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga