Hulu Sungai Cileungsi Naik Siaga 1, Sejumlah Wilayah Berpotensi Terdampak Banjir
Liputan6.com, Jakarta - Tinggi muka air (TMA) di titik pantau hulu Sungai Cileungsi, Kabupaten Bogor, telah mencapai posisi kritis 410 cm atau status siaga 1 pada Rabu malam, 11 Februari 2026. Ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C), Puarman, mengonfirmasi bahwa kenaikan ini terjadi tepat pukul 19.25 WIB, menandakan ancaman banjir yang serius bagi wilayah sekitarnya.
Potensi Banjir di Bojongkulur dan Jatiasih
Puarman menjelaskan bahwa dengan TMA sudah berada di level tertinggi, air diperkirakan akan sampai ke titik pertemuan Sungai Cileungsi dan Sungai Cikeas (P2C) sekitar pukul 22.15 WIB. "Perjalanan air dari hulu Sungai Cikeas ke daerah Bojongkulur dan Jatiasih diperkirakan memakan waktu 3-4 jam," ungkapnya. Hal ini membuat kawasan tersebut, termasuk Bekasi, berisiko tinggi mengalami genangan atau banjir dalam beberapa jam ke depan.
Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai, khususnya di Bojongkulur, Cikeas, hingga Jatiasih, diimbau untuk segera melakukan evakuasi mandiri. Langkah-langkah yang disarankan meliputi:
- Memindahkan barang-barang berharga dan kendaraan ke tempat yang lebih aman.
- Mengungsi ke lokasi dengan elevasi lebih tinggi jika diperlukan.
- Terus memantau perkembangan TMA melalui saluran informasi resmi.
Daftar Wilayah yang Perlu Waspada
Puarman juga merinci sejumlah wilayah yang harus meningkatkan kewaspadaan, antara lain:
- Vila Nusa Indah 5 dan Bumi Mutiara.
- Vila Nusa Indah 1 dan 2 serta Pangkalan 1A.
- Vila Jatirasa, Pondok Gede Permai, dan Kemang Ifi Graha.
- Pondok Mitra Lestari, Pekayon Jaya, Kemang Pratama, dan Delta Pekayon.
Meskipun situasi ini mengkhawatirkan, Puarman menekankan agar warga tidak panik. "Tetap tenang dan pantau terus pergerakan TMA untuk mengambil tindakan yang tepat," pesannya. Koordinasi dengan pihak berwenang dan komunitas setempat juga sangat penting untuk meminimalkan dampak banjir.
Kenaikan TMA ini menjadi peringatan dini bagi masyarakat di Kabupaten Bogor dan sekitarnya, mengingat Sungai Cileungsi sering kali menjadi penyebab banjir saat musim hujan. Peningkatan status ke siaga 1 menandakan bahwa kondisi sungai telah mencapai titik yang berbahaya, sehingga kesiapsiagaan dan respons cepat sangat diperlukan untuk menjaga keselamatan jiwa dan harta benda.