Balita di Lombok Tengah Merayap di Atas Genteng, Proses Evakuasi Penuh Ketegangan
Balita Lombok Merayap di Genteng, Evakuasi Menegangkan

Balita di Lombok Tengah Merayap di Atas Genteng, Proses Evakuasi Penuh Ketegangan

Sebuah video yang menegangkan viral di media sosial, memperlihatkan seorang balita laki-laki berusia dua tahun merayap di atas genteng rumah di Kelurahan Gonjak, Kecamatan Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Kejadian ini terjadi pada Selasa, 20 April 2026, sekitar pukul 10.00 Wita, dan berhasil direkam oleh warga setempat.

Kepanikan Warga dan Upaya Penyelamatan

Dalam video tersebut, terdengar teriakan histeris dan kepanikan dari warga serta tetangga yang menyaksikan aksi nekat balita tersebut. Seorang wanita dewasa, yang diduga sebagai ibu korban, terlihat berusaha membujuk anaknya agar tidak bergerak, sementara warga lain berupaya melakukan penyelamatan dengan berbagai cara.

Balita tersebut diketahui bernama Muhammad Riski Noprian, anak dari Eliza, warga Lingkungan Gonjak. Eliza mengaku terkejut ketika melihat anaknya sudah berada di atas genteng rumah yang cukup ekstrem. "Saya panik. Anak saya diturunkan pakai tangga, diambil sama tukang di sana," kata Eliza kepada awak media pada Kamis, 23 April 2026.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Proses Evakuasi yang Dramatis

Dari penelusuran, Riski diduga naik ke atap melalui kandang ayam yang berada tepat di bawah bangunan rumah. "Dia naik lewat sini (kandang ayam)," jelas Eliza. Saat itu, Eliza mengaku bingung cara menurunkan anaknya, namun beruntung seorang tukang proyek dapur Makan Bergizi Gratis yang bekerja tak jauh dari rumahnya datang membawa tangga.

Buruh proyek itu kemudian naik ke atas genteng dan menyelamatkan Riski dalam proses yang cukup menegangkan. Eliza mengatakan bahwa proses penurunan berlangsung sekitar satu jam, di mana ia dan keluarganya terus berupaya meminta anaknya untuk tidak bergerak agar tidak terjatuh.

Respon Petugas dan Edukasi kepada Orang Tua

Bhabinkamtibmas Kelurahan Gonjak, Aipda Ahmad Samsul Haki, membenarkan bahwa balita tersebut merupakan warganya. Ia mengaku awalnya mengetahui kejadian itu dari media sosial. "Awalnya saya mengetahui itu melalui media sosial. Tapi setelah kami mendapat informasi dari kolom komentar adalah warga Gonjak, lalu saya konfirmasi ke Kepala Lingkungan, dan mendapatkan informasi bahwa itu adalah anaknya Eliza," ujarnya.

Setelah memastikan informasi tersebut, pihaknya langsung mendatangi rumah korban dan memberikan edukasi kepada orang tua. Aipda Ahmad Samsul Haki juga mengimbau para orang tua yang memiliki anak balita untuk lebih meningkatkan pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

Pelajaran Penting dari Insiden Ini

Kejadian ini menyoroti pentingnya pengawasan ketat terhadap anak-anak, terutama balita yang sedang aktif bereksplorasi. Beberapa poin yang dapat diambil dari insiden di Lombok Tengah ini antara lain:

  • Orang tua perlu memastikan lingkungan rumah aman dari akses ke area berbahaya seperti atap atau genteng.
  • Komunikasi dengan tetangga dan warga sekitar dapat membantu dalam situasi darurat seperti ini.
  • Edukasi dari petugas keamanan setempat sangat penting untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.

Proses penurunan Riski dari atas genteng rumahnya berlangsung dramatis dan menegangkan, namun berakhir dengan selamat berkat bantuan warga dan petugas. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi semua orang tua untuk selalu waspada terhadap aktivitas anak-anak mereka di rumah.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga