Kapolda Riau Instruksikan Strategi Adaptif Hadapi Ketidakpastian Ekonomi dan Karhutla
Kapolda Riau Instruksikan Strategi Adaptif Hadapi Ketidakpastian

Kapolda Riau Serukan Peningkatan Kewaspadaan di Tengah Gejolak Global dan Ancaman Karhutla

Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan meminta seluruh jajarannya untuk meningkatkan kepekaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi ketidakpastian ekonomi serta dinamika keamanan global yang semakin kompleks. Arahan ini disampaikan dalam paparan bertajuk 'Sense of Crisis dan Strategi Pemolisian Adaptif dalam Menghadapi Ketidakpastian Ekonomi dan Dinamika Kamtibmas' di Polres Siak, yang dihadiri oleh sejumlah pejabat utama Polda Riau dan Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Syam Siregar.

Strategi Pemolisian Adaptif untuk Menjaga Stabilitas

Irjen Herry Heryawan menegaskan bahwa konflik geopolitik global, termasuk perang antara AS-Israel dan Iran serta penutupan Selat Hormuz, tidak hanya berdampak pada tingkat internasional tetapi juga memberikan pengaruh langsung terhadap Indonesia. Situasi penuh disrupsi ini mempengaruhi stabilitas dalam negeri dari aspek ekonomi global hingga dinamika sosial masyarakat.

"Kita sedang berada pada situasi yang tidak pasti. Dalam kondisi seperti ini, Polri harus hadir sebagai penjaga keteraturan sosial dan stabilisator di tengah masyarakat. Karena itu, setiap personel wajib memiliki sense of crisis yang kuat," tegas Irjen Herry pada Selasa, 21 April 2026.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Langkah Konkret: Penghematan BBM dan Kebijakan WFH

Sebagai tindak lanjut dari arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit, Kapolda Riau menginstruksikan penerapan kebijakan work from home (WFH) setiap hari Rabu bagi staf ASN non-operasional di lingkungan Polda Riau. Kebijakan ini mulai berlaku sejak tanggal 21 April dan bertujuan untuk efisiensi operasional.

"Termasuk, hemat BBM dan hemat listrik dan itu harus disampaikan juga kepada keluarga," imbuhnya, menekankan pentingnya penghematan energi di tengah kenaikan harga global.

Antisipasi Ancaman Karhutla Akibat Super El Nino

Poin krusial lainnya yang digarisbawahi oleh Irjen Herry Heryawan adalah potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diprediksi meningkat akibat fenomena siklus Super El Nino. Berdasarkan komunikasi dengan BMKG, BNPB, dan BPBD, kemarau panjang diperkirakan terjadi pada bulan Mei hingga Agustus.

"Potensi karhutla harus kita antisipasi sejak awal. Saya minta seluruh personel aktif turun ke lapangan, memberikan edukasi, dan memastikan tidak ada lagi pembukaan lahan dengan cara membakar. Ini bagian dari komitmen kita menjaga keadilan ekologi," pungkasnya.

Penguatan Sistem Peringatan Dini dan Kolaborasi

Sebagai langkah antisipasi, Polda Riau bersama TNI dan pemerintah daerah menguatkan early warning system untuk menyiapkan langkah-langkah kedaruratan. Saat ini, Provinsi Riau telah memiliki 1.102 embung dan sekitar 300 menara yang dibangun oleh perusahaan konsesi untuk mendukung upaya pencegahan karhutla.

Dalam pemaparannya, Kapolda juga meminta seluruh jajaran, khususnya Bhabinkamtibmas, untuk memperkuat deteksi dini dan meningkatkan komunikasi langsung dengan masyarakat. Strategi pemolisian adaptif ini mencakup penguatan patroli di tingkat akar rumput hingga langkah nyata penghematan sumber daya internal kepolisian.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga