Proyek Jalan Tembus Pasar Minggu-Tanjung Barat Dilanjut Usai Pembebasan Lahan
Proyek jalan sejajar rel di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, yang menghubungkan ke Tanjung Barat akan segera dibangun setelah proses pembebasan lahan selesai. Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta mengungkapkan bahwa pengadaan tanah masih menunggu penyelesaian dari Dinas Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Selatan (Jaksel).
Proses Pembebasan Lahan Masih Berlangsung
Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinarwenny, menjelaskan bahwa pembangunan akan dilanjutkan setelah proses pembebasan lahan selesai. "Saat ini, tahapan pengadaan tanah masih berlangsung di Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Selatan selaku Ketua Tim Pelaksana Pengadaan Tanah," kata Siti dalam keterangannya pada Kamis (23/4/2026).
Dari total 118 bidang tanah yang diperlukan, sebanyak 59 bidang telah berhasil dibebaskan hingga tahun 2025. Sementara itu, 59 bidang tanah lainnya masih dalam proses pembebasan. "Dari jumlah tersebut, terdapat 8 bidang tanah yang merupakan aset pemerintah," tambah Siti.
Komitmen Pemprov DKI untuk Penyelesaian Proyek
Siti menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk merampungkan pembangunan jalan ini. Proyek ini telah direncanakan sejak lama dan bertujuan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat. "Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta mengharapkan dukungan dari masyarakat agar proses pembangunan ini dapat berjalan lancar demi kepentingan bersama," jelasnya.
Tujuan Pembangunan Jalan Sejajar Rel
Pembangunan akses jalan sejajar Rel Pasar Minggu dirancang sebagai jalan tembus untuk mengurangi kemacetan yang kerap terjadi di Jalan Raya Pasar Minggu, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari. Proyek ini akan menghilangkan putaran yang melintasi rel kereta api, sesuai dengan Surat Kemenhub Dirjen Perkeretaapian Nomor: A.576/KS/DJKA/X/2017 tanggal 27 Oktober 2017.
Jalan baru ini akan terhubung dengan Jembatan Sejajar Rel Pasar Minggu dan bertujuan untuk:
- Mendukung kegiatan di sekitar lokasi, termasuk fasilitas kesehatan, pendidikan, dan perekonomian.
- Menyediakan kenyamanan bagi pejalan kaki dengan ruang jalan yang memadai.
- Mempersingkat waktu tempuh dan menambah alternatif jalan untuk mengurangi kemacetan.
- Menambah luas jalan sebagai akses penghubung antarwilayah.
- Mengurangi beban pada konstruksi jalan yang ada.
Secara administratif, rencana pembangunan ini berada di Kelurahan Pejaten Timur, Kecamatan Pasar Minggu, Kota Administrasi Jakarta Selatan, dengan luasan 14.472,562 meter persegi.
Rencana Penyambungan Jalan Lainnya
Pada tahun 2023, Pemprov DKI Jakarta telah menginventarisasi 10 lokasi untuk penyambungan jalan (missing link) guna mengurai kemacetan. Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Hari Nugroho, menyebutkan bahwa pembebasan lahan sedang berproses di empat jalan, sementara lainnya tidak membutuhkan pembebasan lahan sehingga pembangunan bisa segera dimulai.
Berikut adalah daftar 10 jalan yang direncanakan:
- Jalan Tembus Air Maya, Kebayoran Lama
- Jalan Tembus Penggilingan-Rajiman-Pulogadung
- Jalan Tembus Kelapa Gading Timur-Terminal Pulogadung
- Jalan Tembus Boulevard-Pegangsaan Dua
- Jalan Tembus Penggilingan Tol Cakung Cilincing Sejajar Tegangan Tinggi
- Jalan Tembus Dr Satrio-Perbanas
- Jalan Waru
- Jalan Seno-Masjid Al Makmur
- Jalan tembus Bangun Cipta Sarana (jalan Tembus Rusun Kelapa Gading - Boulevard Kelapa Gading)
- Jalan akses menuju Rusun Rawa Bebek
Proyek-proyek ini tersebar di wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara, menunjukkan upaya berkelanjutan untuk meningkatkan infrastruktur transportasi di ibu kota.



