PBB Laporkan 38 Ribu Perempuan dan Anak Tewas di Gaza Akibat Serangan Israel Hingga 2025
38 Ribu Perempuan-Anak Tewas di Gaza Akibat Serangan Israel

Laporan PBB: 38 Ribu Perempuan dan Anak Tewas di Gaza Akibat Serangan Israel Hingga 2025

Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mengeluarkan laporan mengejutkan mengenai dampak konflik di Gaza. Menurut data yang dirilis badan UN Women, lebih dari 38.000 perempuan dan anak perempuan telah kehilangan nyawa akibat serangan Israel di wilayah tersebut hingga akhir tahun 2025.

Angka Korban yang Mengkhawatirkan

Dalam konferensi pers yang digelar di Jenewa, juru bicara UN Women Sofia Calltorp menyatakan dengan tegas bahwa periode antara Oktober 2023 dan Desember 2025 telah mencatat korban jiwa yang sangat besar. "Antara Oktober 2023 dan Desember 2025, lebih dari 38.000 perempuan dan anak perempuan tewas di Gaza -- akibat pemboman udara Israel dan operasi militer darat," ujar Calltorp seperti dilansir AFP pada Minggu (19/4/2026).

Rincian angka tersebut menunjukkan komposisi yang memilukan:

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram
  • Lebih dari 22.000 perempuan dewasa
  • Lebih dari 16.000 anak perempuan
  • Rata-rata setidaknya 47 perempuan dan anak perempuan tewas setiap hari

Proporsi Kematian yang Tidak Biasa

Calltorp menekankan bahwa perempuan dan anak perempuan menyumbang proporsi kematian yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan konflik-konflik sebelumnya di Gaza. Sebuah laporan UN Women menemukan perbedaan signifikan dalam persentase korban:

  1. Konflik tahun 2008-2009: perempuan dan anak perempuan mencakup 15 persen dari total korban tewas
  2. Konflik tahun 2014: persentase meningkat menjadi 22 persen
  3. Konflik terkini: angka mencapai lebih dari setengah dari total 71.000 kematian

Kemungkinan Angka yang Lebih Tinggi

PBB mengingatkan bahwa angka sebenarnya kemungkinan jauh lebih tinggi dari yang tercatat secara resmi. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor kritis:

  • Banyak jenazah yang masih terkubur di bawah reruntuhan bangunan
  • Sistem pelaporan yang sangat terbatas akibat kondisi konflik
  • Kesulitan dalam pendataan korban di tengah situasi darurat

Kondisi Para Penyintas yang Memprihatinkan

Bagi mereka yang berhasil selamat dari serangan, tantangan justru semakin berat. PBB melaporkan bahwa para penyintas terus menghadapi berbagai ancaman serius setiap harinya:

  • Ancaman terhadap nyawa yang terus berlanjut
  • Kondisi kelaparan yang meluas
  • Pengungsian berulang tanpa kepastian
  • Akses yang sangat terbatas terhadap layanan kesehatan dan kebutuhan dasar

Calltorp menambahkan dimensi lain dari tragedi ini: "Selain jumlah korban jiwa yang mengejutkan, hampir 11.000 perempuan dan anak perempuan di Gaza mengalami cedera yang sangat parah sehingga mereka hanya bertahan hidup dengan kecacatan seumur hidup."

Laporan ini muncul sebagai pengingat keras tentang dampak kemanusiaan yang luar biasa dari konflik berkepanjangan di Gaza, dengan perempuan dan anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan dan menderita akibat kekerasan yang terus berlanjut.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga