Hashim Ungkap Ambisi RI: Emisi Nol 2060 dan Ekonomi Tumbuh 8 Persen
Hashim: Emisi Nol 2060, Ekonomi RI Tumbuh 8 Persen

Hashim Djojohadikusumo Paparkan Visi Besar Indonesia di Seminar Pemuda PWGSU

Persaudaraan Warga Gereja Sumatera Utara (PWGSU) menyelenggarakan Ibadah Paskah yang dilanjutkan dengan seminar pemuda di Aula Manggala Wanabakti, Kementerian Kehutanan RI, Jakarta, pada Sabtu, 18 April 2026. Acara ini menghadirkan sejumlah tokoh nasional untuk membekali generasi muda dalam menghadapi tantangan global yang kompleks.

Transisi Energi sebagai Tanggung Jawab Moral dan Peluang Strategis

Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, yang hadir dalam kegiatan tersebut, menekankan bahwa transisi energi bukan hanya merupakan kewajiban lingkungan, tetapi juga sebuah peluang strategis untuk kemajuan bangsa. "Indonesia siap memimpin dengan menekan emisi menuju nol pada tahun 2060," tegas Hashim dengan penuh keyakinan.

Menurutnya, upaya ini tidak semata-mata berkaitan dengan pelestarian alam, melainkan juga menjadi pendorong utama penciptaan lapangan kerja dan penguatan swasembada energi. "Ini adalah penggerak ekonomi yang potensial mampu mendorong pertumbuhan hingga 8 persen per tahun," tambahnya, menggarisbawahi dampak ekonomi yang signifikan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Hashim juga mengungkap rencana konkret pemerintah dalam membangun jaringan transmisi pintar sepanjang 70.000 kilometer. Infrastruktur ini dirancang untuk memastikan pemerataan distribusi energi bersih ke seluruh penjuru negeri. "Komitmen global harus diikuti dengan aksi nyata melalui pendanaan hijau yang tepat sasaran. Ini adalah momentum krusial untuk menjaga bumi bagi generasi mendatang," paparnya lebih lanjut.

Integritas dan Etika di Era Disrupsi Digital

Sementara itu, Menteri Hukum dan HAM periode 2019–2024, Yasonna Laoly, menyoroti pentingnya integritas dalam menghadapi disrupsi digital yang semakin masif. "Karakter unggul ditentukan oleh tiga hal utama: kecerdasan, energi kerja, dan terutama integritas. Tanpa integritas, potensi besar justru berisiko merusak tatanan masyarakat," ujarnya dengan serius.

Rektor Sekolah Tinggi Teologi Jakarta, Binsar Pakpahan, menutup seminar dengan pesan mendalam tentang etika. "Kerjakan segala sesuatu untuk Tuhan dengan karakter, tujuan, dan konteks yang benar agar setiap keputusan berdampak positif bagi sesama dan bangsa," tuturnya, menekankan nilai-nilai moral dalam pembangunan.

Transformasi Ketahanan Pangan dan Pengembangan SDM

Staf Khusus Menko Perekonomian, Raden Pardede, menekankan perlunya transformasi ketahanan pangan yang berbasis teknologi. "Visi Indonesia Emas 2045 akan sulit tercapai jika para petani masih bertahan dengan metode tradisional. Teknologi harus dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan mereka," jelasnya.

Senior Advisor Asian Development Bank, Edimon Ginting, menambahkan bahwa pengembangan sumber daya manusia menjadi kunci pertumbuhan ekonomi jangka panjang. "Negara maju lahir dari generasi muda yang maju. Tingkatkan produktivitas dan ubah setiap tantangan global menjadi peluang emas," sarannya, mendorong semangat inovasi.

Seminar pemuda PWGSU ini berhasil menyajikan wawasan komprehensif dari berbagai perspektif, mulai dari energi, pangan, hingga penguatan karakter, sebagai bekal bagi generasi muda Indonesia dalam menjawab tantangan masa depan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga