113 Pengungsi Rohingya Termasuk 1 WNI Dipindahkan ke Tempat Penampungan Baru di Ampang
113 Pengungsi Rohingya Termasuk WNI Dipindahkan ke Ampang

Proses Pemindahan 113 Pengungsi Rohingya dari Markas Polisi Kuala Lumpur

Sebanyak 113 pengungsi Rohingya, termasuk satu warga negara Indonesia (WNI) yang merupakan istri dari seorang pengungsi, telah dipindahkan dari Markas Besar Kepolisian Kuala Lumpur (IPK Kuala Lumpur) ke lokasi penampungan baru di Ampang, Selangor. Pemindahan dilakukan pada Selasa (28/7/2026) sekitar pukul 16.00 waktu setempat oleh sebuah organisasi non-pemerintah (NGO) bernama Kaladan.

Pernyataan Kepala Kepolisian Kuala Lumpur

Kepala Kepolisian Kuala Lumpur, Datuk Fadil Marsus, mengonfirmasi bahwa seluruh rombongan telah meninggalkan IPK Kuala Lumpur menuju lokasi yang telah ditentukan oleh NGO Kaladan. Namun, ia tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai alamat pasti tempat penampungan baru tersebut. "Kami hanya memfasilitasi pemindahan untuk memastikan keamanan dan ketertiban, detail lokasi selanjutnya ada di tangan NGO," ujarnya.

Keberadaan WNI di Tengah Rombongan

Menurut data yang dihimpun, satu WNI ditemukan dalam rombongan tersebut. WNI tersebut merupakan perempuan yang menikah dengan seorang pengungsi Rohingya. Keberadaannya menjadi sorotan karena statusnya yang berbeda dengan pengungsi lainnya. Pihak KBRI Kuala Lumpur masih terus berkoordinasi untuk memastikan hak-haknya terpenuhi.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Latar Belakang Kedatangan Pengungsi Rohingya ke Malaysia

Rombongan 113 pengungsi Rohingya itu tiba di Malaysia beberapa hari sebelumnya. Mereka merupakan bagian dari gelombang pengungsi yang melarikan diri dari konflik di Myanmar. Malaysia menjadi salah satu negara tujuan utama karena kedekatan geografis dan kebijakan penerimaan sementara. IPK Kuala Lumpur sempat menjadi tempat penampungan darurat sebelum NGO mengambil alih.

Peran NGO Kaladan dalam Penampungan

NGO Kaladan adalah organisasi yang bergerak di bidang bantuan kemanusiaan untuk pengungsi Rohingya. Mereka menyediakan tempat penampungan sementara di Ampang yang lebih layak dan terjamin privasinya. Proses pemindahan dilakukan dengan pengawalan ketat polisi untuk menghindari potensi gangguan.

Dampak dan Tindak Lanjut

Pemindahan ini diharapkan memberikan kondisi yang lebih baik bagi para pengungsi, termasuk WNI yang ikut serta. Pemerintah Malaysia belum memberikan pernyataan resmi mengenai status jangka panjang para pengungsi. Sementara itu, pemerhati HAM mendesak agar perlindungan terhadap pengungsi Rohingya ditingkatkan, terutama menyangkut akses kesehatan dan pendidikan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga