Tiga kota di wilayah tengah Jepang mencatatkan suhu udara mencapai 40 derajat Celsius pada Selasa (21/7/2026). Fenomena cuaca ekstrem ini secara resmi menandai masuknya status "kokushobi" atau "hari panas yang sangat kejam" untuk pertama kalinya di negara tersebut.
Apa Itu Kokushobi?
Istilah "kokushobi" baru saja diperkenalkan oleh Badan Meteorologi Jepang (Japan Meteorological Agency/JMA) pada awal tahun ini sebagai skema peringatan dini bagi masyarakat terhadap bahaya suhu panas tingkat tinggi. Status ini dirancang untuk meningkatkan kewaspadaan publik terhadap risiko kesehatan akibat suhu ekstrem, seperti sengatan panas dan dehidrasi.
Penyebab Lonjakan Suhu Ekstrem
Berdasarkan data JMA, lonjakan suhu ekstrem ini terjadi akibat sistem tekanan udara tinggi yang menyelimuti sebagian besar wilayah kepulauan Jepang. Sistem tekanan tinggi tersebut memerangkap udara panas di permukaan, menyebabkan suhu melonjak drastis. Tiga kota yang mencatat suhu 40°C berada di prefektur yang berdekatan, namun JMA tidak merinci nama kota tersebut dalam pernyataan resmi.
Dampak dan Imbauan
Pemberlakuan status kokushobi menandakan bahwa suhu telah mencapai level yang sangat berbahaya bagi kesehatan. JMA mengimbau masyarakat untuk menghindari aktivitas di luar ruangan, menggunakan pendingin ruangan, dan minum air secara teratur. Rumah sakit di wilayah terdampak telah disiagakan untuk menangani pasien dengan gejala sengatan panas. Seorang pejabat JMA menyatakan, "Kami meminta warga untuk tidak meremehkan panas ini. Ini bukan sekadar hari yang panas, tetapi situasi yang mengancam jiwa."
Konfirmasi Rekor Suhu
Suhu 40°C merupakan rekor tertinggi untuk tahun 2026 di Jepang. Sebelumnya, suhu tertinggi tercatat pada musim panas 2023 di beberapa wilayah. JMA terus memantau perkembangan cuaca dan akan memperbarui peringatan jika diperlukan.



