Pemanis buatan sering menjadi pilihan bagi mereka yang ingin mengurangi asupan gula. Namun, tahukah Anda bahwa konsumsi pemanis buatan juga dapat memengaruhi suasana hati atau mood? Seorang ahli gizi baru-baru ini mengungkap bahwa berhenti mengonsumsi pemanis buatan dapat membantu menstabilkan mood.
Hubungan Pemanis Buatan dan Mood
Menurut ahli gizi dari Universitas Indonesia, Dr. Fitriani, pemanis buatan seperti aspartam, sakarin, dan sukralosa dapat memengaruhi neurotransmitter di otak. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi pemanis buatan dalam jangka panjang dapat menyebabkan perubahan mood, seperti kecemasan dan depresi.
Dr. Fitriani menjelaskan bahwa pemanis buatan bekerja dengan cara merangsang reseptor rasa manis di lidah, tetapi tidak memberikan energi seperti gula alami. Hal ini dapat menyebabkan otak 'tertipu' dan memicu respons yang tidak seimbang, yang pada akhirnya berdampak pada suasana hati.
Penelitian Terbaru
Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Nutritional Neuroscience menemukan bahwa individu yang menghentikan konsumsi pemanis buatan selama dua minggu melaporkan peningkatan stabilitas mood. Mereka merasa lebih tenang dan tidak mudah cemas dibandingkan sebelumnya.
Studi lain dari University of California juga menunjukkan bahwa pemanis buatan dapat mengganggu bakteri usus, yang berperan penting dalam produksi serotonin, hormon yang mengatur suasana hati. Gangguan pada bakteri usus ini dapat menyebabkan penurunan mood.
Tips Mengurangi Pemanis Buatan
Bagi Anda yang ingin berhenti mengonsumsi pemanis buatan, berikut beberapa tips dari Dr. Fitriani:
- Kurangi secara bertahap. Jangan langsung berhenti total karena dapat menyebabkan efek samping seperti sakit kepala.
- Ganti dengan pemanis alami seperti stevia atau madu dalam jumlah wajar.
- Perbanyak konsumsi buah-buahan segar untuk memenuhi kebutuhan rasa manis alami.
- Baca label makanan dengan teliti untuk menghindari pemanis buatan yang tersembunyi.
Manfaat Berhenti Pemanis Buatan
Selain mood yang lebih stabil, berhenti mengonsumsi pemanis buatan juga memiliki manfaat lain, seperti:
- Mengurangi risiko gangguan metabolisme.
- Menurunkan keinginan untuk makan makanan manis secara berlebihan.
- Meningkatkan kualitas tidur.
- Membantu menjaga berat badan ideal.
Dr. Fitriani menekankan bahwa meskipun pemanis buatan dianggap aman oleh badan regulasi, efek jangka panjangnya terhadap kesehatan mental masih perlu diteliti lebih lanjut. Namun, bagi mereka yang mengalami masalah mood, mengurangi atau berhenti mengonsumsi pemanis buatan bisa menjadi langkah awal yang baik.



