Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama pemerintah kabupaten/kota telah menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebanyak 794 kali sepanjang Januari hingga Mei 2026. Program ini dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat di berbagai daerah, terutama dalam memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Antusiasme Warga di Banjarnegara
Salah satu kegiatan GPM berlangsung di halaman Kantor Desa Gumiwang, Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara, Senin (18/5). Warga tampak antusias mendatangi gerai-gerai yang menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga murah. Kegiatan tersebut juga dikunjungi langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi.
Seorang warga Desa Gumiwang, Parmiati, mengaku terbantu dengan adanya GPM. Ia bisa membeli sejumlah bahan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan di pasaran. "Ini beli beras, tepung mocaf, minyak goreng, gula, dan telur. Harganya termasuk murah daripada di pasaran. Sangat membantu warga kecil seperti saya," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (18/5/2026).
Parmiati merupakan ibu rumah tangga. Suaminya bekerja di gudang jagung dengan penghasilan tidak menentu setiap bulan. Ia bersyukur bisa mendapatkan telur dengan harga Rp 23 ribu per kilogram serta bahan pokok lain dengan harga lebih murah. "Pendapatan suami tidak tentu karena sistemnya borongan, kalau ramai ya lumayan, kalau sepi tidak tentu. Biasanya saya belanja ke pasar, ini harganya beda. Jadi membantu sekali," katanya.
Intervensi Harga dan Stok Pangan
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengatakan GPM merupakan program intervensi untuk menjaga keterjangkauan harga dan ketersediaan stok bahan pokok penting (bapokting). Program ini juga menjadi salah satu upaya mengendalikan inflasi di Jawa Tengah. Melalui GPM, masyarakat diharapkan dapat memperoleh bahan pokok dengan harga lebih terjangkau karena ada subsidi dalam penjualan sejumlah komoditas, seperti beras, bawang merah, bawang putih, dan kebutuhan pokok lainnya.
Komoditas yang dijual dalam GPM di Desa Gumiwang bernilai sekitar Rp 121 juta. Komoditas itu meliputi beras 5 ton, minyak goreng 1.000 liter, telur 500 kilogram, gula pasir 200 kilogram, bawang merah 200 kilogram, bawang putih 200 kilogram, serta cabai rawit merah dan cabai merah keriting masing-masing 50 kilogram.
Omzet Capai Rp 15,1 Miliar
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, Widi Hartanto, mengatakan sejak Januari hingga Mei 2026, GPM telah digelar sebanyak 794 kali dengan omzet mencapai Rp 15,1 miliar. "Ini untuk meningkatkan keterjangkauan masyarakat, supaya dapat mengakses pangan yang lebih murah," kata dia.
Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana, mengatakan di tengah kondisi ekonomi saat ini, gerakan pangan murah sangat dibutuhkan masyarakat. Ia menyebut kolaborasi tersebut akan terus dilakukan untuk memberikan kemudahan bagi warga. "Kegiatan ini tentu sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," katanya.
Bantuan Pangan Tambahan
Dalam kegiatan itu, Ahmad Luthfi juga menyerahkan bantuan pangan melalui cadangan pangan pemerintah daerah (CPPD). Bantuan yang disalurkan di Desa Gumiwang meliputi beras sebanyak 2 ton dan beras sorgum 400 kilogram untuk 200 keluarga. Selain itu, disalurkan pula Beras Fortivit sebanyak 200 kilogram untuk 100 orang tua yang memiliki balita rawan stunting.



