Waspada Ayam Tak Sehat di Bulan Puasa, Ini Tips Membedakan dari Pakar UGM
Tips Bedakan Ayam Sehat dan Tak Sehat dari Pakar UGM

Waspada Ayam Tak Sehat di Bulan Puasa, Ini Tips Membedakan dari Pakar UGM

Di bulan puasa, ayam menjadi salah satu bahan makanan pokok yang banyak digunakan masyarakat Indonesia. Ayam mudah untuk dimasak, bergizi, dan disukai oleh berbagai golongan, baik orang dewasa maupun anak-anak. Pembelian ayam mentah biasa dilakukan di supermarket dan pasar tradisional. Namun, tak jarang kita menemui ayam-ayam mentah yang dijual dengan proses yang tidak benar, seperti ayam tiren dan ayam suntik, yang jika dikonsumsi dapat berdampak buruk bagi kesehatan.

Cara Membedakan 5 Kategori Ayam Sehat dan Tidak Sehat

Dosen Peternakan dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Heru Sasongko, mengungkapkan bahwa pemilihan kualitas daging membutuhkan ketelitian yang ekstra. "Memilih daging ayam memang butuh ketelitian ekstra. Di pasar, kita sering menemui berbagai kondisi ayam yang sekilas terlihat serupa, padahal kualitas dan keamanannya jauh berbeda," kata Heru ketika dihubungi pada Rabu (18/2/2026). Berikut ciri-ciri dan bahaya dari beberapa jenis daging ayam yang perlu diwaspadai.

1. Daging Ayam Segar

Daging ayam segar berasal dari ayam yang dipotong dalam keadaan sehat dan diproses dengan benar. Heru mengungkapkan ciri-ciri ayam segar adalah berwarna putih kemerahan dan terlihat cerah, tanpa memar atau bercak kebiruan. Teksturnya elastis dan tidak lembek; jika ditekan, ayam akan kembali ke bentuk semula. "Bau daging juga akan mengeluarkan aroma khas daging ayam segar, tidak amis menyengat atau busuk," tambah Heru. Kulit ayam melekat kuat pada daging dan tidak mudah terkelupas. Bahayanya relatif tidak ada, asalkan diolah dengan suhu minimal 74 derajat Celcius untuk membunuh bakteri alami seperti Salmonella.

2. Ayam Suntik (Ayam Gelonggongan)

Heru menjelaskan ayam suntik atau ayam gelonggongan merupakan praktik curang untuk menambah bobot dengan menyuntikkan air ke dalam jaringan daging. Ciri-cirinya adalah ayam terlihat sangat gemuk dan montok secara tidak wajar. "Jika ditekan, akan keluar banyak air. Daging terasa lembek," kata Heru. Sering ditemukan bekas tusukan jarum di bawah sayap atau paha. Saat dimasak, ukuran daging menyusut drastis. Bahayanya, selain merugikan ekonomi, air yang disuntikkan sering tidak steril dan membawa risiko kontaminasi bakteri E. coli.

3. Ayam Rendam

Ayam rendam adalah ayam yang direndam terlalu lama dalam air agar terlihat segar atau menambah berat secara pasif. Ciri-cirinya adalah warnanya cenderung pucat dan agak membengkak. "Kemudian pada bagian kulitnya biasanya sangat mudah lepas dan terasa licin atau berlendir berlebih," jelas Heru. Aromanya terasa asam karena rendaman air jarang diganti. Bahayanya adalah penyerapan air berlebih dapat mempercepat pembusukan akibat aktivitas mikroba meningkat dalam kondisi lembap.

4. Ayam Tiren (Mati Kemaren)

Heru menjelaskan, ayam tiren merupakan ayam yang sudah mati sebelum disembelih secara sah atau higienis. "Ini adalah kategori ayam yang paling berbahaya untuk dikonsumsi," tegas Heru. Ciri-cirinya adalah memiliki bercak-bercak berwarna merah gelap atau kebiruan di kulit akibat darah yang tidak keluar. Baunya busuk atau amis sangat menyengat. Pada bagian leher, tidak ada bekas sembelihan yang sempurna, dan darah masih banyak tertinggal di pembuluh darah. Bahayanya, ayam ini mengandung toksin dan bakteri patogen tinggi, dapat menyebabkan keracunan makanan berat, muntaber, hingga infeksi sistemik.

5. Ayam Formalin

Heru menjelaskan ayam formalin adalah ayam yang diawetkan menggunakan bahan kimia berbahaya agar tahan lama. Warnanya putih bersih dan cenderung pucat atau kaku. Teksturnya sangat kencang dan tidak elastis; jika ditarik, daging sulit sobek. "Indikator alaminya adalah ayam ini tidak dihinggapi lalat meskipun diletakkan di ruang terbuka dalam waktu lama," kata Heru. Baunya tidak amis, melainkan bau obat atau kimia samar. Bahayanya adalah karsinogen (pemicu kanker), yang dapat merusak organ dalam seperti hati, ginjal, dan lambung dalam jangka panjang.