Prancis Barat Dilanda Hujan 35 Hari Berturut-turut, Banjir Parah Tewaskan Warga
Wilayah barat Prancis telah diguyur hujan secara terus-menerus selama 35 hari berturut-turut, menciptakan kondisi cuaca ekstrem yang memicu banjir besar-besaran. Akibatnya, ratusan rumah terendam air, dan terdapat laporan mengenai warga yang tewas dalam bencana alam ini.
Rekor Hujan Terpanjang Sejak 1959
Berdasarkan informasi dari kantor berita AFP pada Rabu, 18 Februari 2026, layanan cuaca nasional Meteo-France mengungkapkan bahwa Prancis sedang mengalami rangkaian musim hujan terpanjang sejak pemantauan dimulai pada tahun 1959. Rekor ini bahkan melampaui periode hujan ekstrem yang terjadi pada tahun 2023, menunjukkan tren peningkatan intensitas cuaca buruk di negara tersebut.
Seorang pria dilaporkan hilang di Sungai Loire, yang terletak di bagian barat Prancis yang terdampak banjir parah. Kejadian ini menambah daftar korban dalam tragedi alam yang sedang berlangsung.
Status Siaga Merah dan Oranye Diaktifkan
Pemerintah Prancis telah menempatkan empat departemen di wilayah barat dalam status siaga merah karena risiko banjir yang sangat tinggi. Selain itu, sembilan departemen lainnya berada dalam status siaga oranye, mengindikasikan tingkat kewaspadaan yang meningkat di berbagai area.
Para pejabat memperkirakan situasi akan semakin memburuk dengan kedatangan Badai Pedro, yang diprediksi akan melanda sebagian besar wilayah Eropa barat dalam waktu dekat. Badai ini berpotensi memperparah kondisi banjir yang sudah kritis.
Rencana Darurat Diaktifkan di Bordeaux
Walikota Bordeaux, Pierre Hurmic, telah mengaktifkan rencana darurat di kota barat daya tersebut. Langkah ini merupakan yang pertama kali dilakukan sejak banjir besar melanda wilayah itu pada tahun 1999, menandakan keseriusan situasi saat ini.
Di kota Chalonnes-sur-Loire, yang terletak di tepi kiri Sungai Loire, seorang pria hilang setelah sampan yang ditumpanginya terbalik di sungai dengan arus yang kuat dan air yang dingin. Pejabat senior Francois Pesneau menyatakan bahwa peluang untuk menemukan orang tersebut sangat kecil meskipun sumber daya telah dikerahkan.
Dampak Banjir pada Infrastruktur dan Sejarah
Di kota Saintes, yang berada di departemen Charentes-Maritime, beberapa jalan utama telah terendam banjir. Bahkan, Arch of Germanicus, sebuah monumen bersejarah yang menandai pintu masuk ke kota itu pada zaman Romawi, juga terkena dampak banjir.
Secara keseluruhan, sekitar 50 jalan dan 900 rumah telah terendam air, menyebabkan gangguan signifikan pada kehidupan sehari-hari warga. Puncak banjir diperkirakan akan terjadi pada akhir pekan ini, dengan walikota Bruno Drapron menyebutkan bahwa kondisi terburuk mungkin baru terlihat pada hari Sabtu atau Minggu.
Prediksi Curah Hujan dan Pemulihan
Direktur layanan peringatan banjir, Lucie Chadourne-Facon, memperingatkan bahwa curah hujan yang diperkirakan turun pada hari Rabu dan Kamis dapat memicu banjir lebih lanjut. Dia menambahkan bahwa curah hujan baru akan mulai berkurang pada hari Jumat, dengan proses kembali ke kondisi normal yang akan terjadi secara bertahap.
Dengan adanya Badai Pedro yang mengancam, situasi di Prancis barat tetap genting, memerlukan koordinasi dan kewaspadaan terus-menerus dari pihak berwenang dan masyarakat setempat.