Secangkir jahe hangat setelah makan bukan sekadar minuman penghangat, tetapi juga membawa manfaat kesehatan yang signifikan. Ahli gizi Whitney Stuart, sebagaimana dilansir Kompas.com dari Antara pada Rabu (22/7/2026), menjelaskan bahwa jahe mengandung senyawa aktif gingerol dan shogaol yang berperan penting dalam mempercepat proses pengosongan lambung. Dengan adanya senyawa tersebut, makanan dapat bergerak lebih efisien dari lambung menuju usus halus, sehingga proses pencernaan berlangsung lebih lancar.
Meredakan Gangguan Pencernaan
Minuman jahe hangat efektif meredakan rasa kembung, begah, dan mual yang sering muncul setelah makan. Khasiat ini berasal dari gingerol dan shogaol yang bekerja sebagai karminatif, membantu mengeluarkan gas berlebih dari saluran pencernaan. Selain itu, jahe juga dikenal dapat mengurangi kontraksi otot lambung yang tidak normal, sehingga mengurangi rasa tidak nyaman.
Menurut Stuart, konsumsi jahe secara teratur dalam jumlah wajar dapat mendukung kesehatan pencernaan secara keseluruhan. Ia merekomendasikan untuk menyeduh jahe segar yang diparut atau diiris tipis dalam air panas selama 5-10 menit sebelum diminum. Tambahan madu atau perasan lemon dapat meningkatkan cita rasa tanpa mengurangi manfaat.
Tips Konsumsi Jahe Hangat
Untuk mendapatkan manfaat optimal, pilihlah jahe segar daripada jahe bubuk instan karena kandungan gingerol lebih tinggi. Hindari menambahkan gula berlebihan agar tidak mengurangi efek positifnya. Bagi yang memiliki masalah lambung sensitif, sebaiknya konsultasi dengan dokter terlebih dahulu karena jahe dapat memicu iritasi pada sebagian orang.
Jahe hangat juga dapat dikombinasikan dengan bahan lain seperti serai atau kayu manis untuk variasi rasa dan manfaat tambahan. Minuman ini cocok dinikmati setelah makan siang atau malam hari untuk membantu relaksasi dan pencernaan.



