Korban Meninggal Akibat Legionnaires di New York Capai Lima Orang
Dinas Kesehatan Kota New York mengonfirmasi bahwa jumlah korban meninggal akibat wabah penyakit Legionnaires telah mencapai lima orang hingga Selasa (21/7/2026) malam waktu setempat. Bakteri penyebab pneumonia berat ini telah menulari lebih dari 80 warga New York dalam sebulan terakhir.
Delapan Pasien Masih Dirawat Intensif
Hingga saat ini, delapan pasien masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Sementara itu, 56 orang lainnya dilaporkan telah sembuh dan diperbolehkan pulang setelah menjalani perawatan medis, sebagaimana dilansir dari AP News, Rabu.
Penyakit Legionnaires adalah infeksi paru-paru parah yang disebabkan oleh bakteri Legionella. Bakteri ini biasanya menyebar melalui aerosol air yang terkontaminasi, seperti dari sistem pendingin udara, pancuran, atau bak air panas. Gejalanya meliputi batuk, sesak napas, demam tinggi, nyeri otot, dan sakit kepala.
Upaya Penanganan Wabah
Pemerintah Kota New York terus melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi sumber penularan. Langkah-langkah pengendalian seperti pembersihan menara pendingin dan pengawasan kualitas air telah ditingkatkan. Masyarakat diimbau untuk segera mencari pertolongan medis jika mengalami gejala yang mencurigakan.



