Epidemi Muntaber di Makedonia Utara, 1.500 Kasus Diduga akibat Air Tercemar
Epidemi Muntaber Makedonia Utara, 1.500 Kasus Air Tercemar

Pejabat kesehatan di Makedonia Utara mengumumkan status epidemi di wilayah dekat Skopje setelah ditemukannya 1.500 kasus gastroenteritis atau muntaber yang diduga akibat keracunan air. Pemerintah setempat mencurigai pasokan air kota sebagai sumber pencemaran.

Menurut laporan AFP pada Senin (20/7/2026), pihak berwenang belum mengkonfirmasi penyebab langsung lonjakan pasien di rumah sakit di Gostivar, sekitar 50 kilometer barat daya ibu kota Skopje. Namun sejak Jumat (17/7) waktu setempat, mereka telah mengimbau warga untuk tidak menggunakan pasokan air kota.

Lonjakan Kasus Gastroenteritis

Petugas rumah sakit mencatat lebih dari 1.500 kasus gastroenteritis. Ahli epidemiologi Zorica Zafirovska dari Pusat Kesehatan Masyarakat Tetovo menyatakan, "Karena peningkatan jumlah pasien gastroenteritis, Pusat Kesehatan Masyarakat Tetovo melaporkan epidemi di wilayah kotamadya Gostivar." Ia menambahkan, "Meskipun mereka belum mengetahui sumber infeksinya, para ahli sedang menguji pasokan air."

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pejabat mengatakan lonjakan kasus dimulai pada awal pekan lalu. Pada hari Jumat, polisi menyatakan sedang menyelidiki penyebabnya dan meyakini perusahaan air setempat mungkin telah memompa air limbah langsung ke pasokan air kota.

Penyelidikan Polisi dan Ancaman Pidana

Kementerian dalam negeri Makedonia Utara menyatakan sedang berupaya untuk "mengklarifikasi sepenuhnya kasus ini" dan menegaskan bahwa pencemaran air minum dapat dianggap sebagai tindak pidana. Krisis kesehatan ini terjadi bersamaan dengan suhu di atas 35 derajat Celcius di negara tersebut, yang dapat memperburuk kondisi pasien.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga