Kebiasaan mendengkur atau mengorok yang sering dianggap sepele ternyata menyimpan bahaya serius bagi kesehatan. Praktisi kesehatan tidur, dr. Andreas Prasetya Wibowo, Sp.THT-KL, dari Snoring and Sleep Disorder Center pertama di Indonesia, menegaskan bahwa kondisi ini dapat meningkatkan risiko hipertensi atau tekanan darah tinggi.
Dokter: Ngorok Penyebab Hipertensi
Dalam sebuah video yang diunggah di akun TikTok @dokterprasadja, dr. Andreas menyampaikan pernyataan tegas. "Ngorok merupakan penyebab hipertensi," ujarnya, dikutip Kompas.com pada Kamis (23/7/2026). Pernyataan ini menjadi peringatan bagi masyarakat yang mungkin mengabaikan kebiasaan mendengkur.
Mekanisme Mendengkur dan Tekanan Darah
Mendengkur terjadi ketika aliran udara melalui saluran pernapasan terhambat, menyebabkan getaran pada jaringan tenggorokan. Kondisi ini sering dikaitkan dengan sleep apnea, gangguan tidur yang ditandai dengan henti napas berulang. Sleep apnea dapat memicu penurunan kadar oksigen dalam darah, sehingga jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah, yang pada akhirnya meningkatkan tekanan darah.
Hipertensi yang tidak terkontrol dapat berujung pada komplikasi serius seperti penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal. Oleh karena itu, deteksi dini dan penanganan kebiasaan mendengkur menjadi sangat penting.
Langkah Pencegahan dan Penanganan
dr. Andreas menyarankan agar siapa pun yang mengalami mendengkur kronis segera berkonsultasi dengan dokter spesialis THT atau klinik gangguan tidur. Pemeriksaan seperti polisomnografi dapat membantu mendiagnosis sleep apnea. Penanganan bisa meliputi perubahan gaya hidup, penggunaan alat bantu pernapasan seperti CPAP, atau bahkan prosedur bedah jika diperlukan.
Menjaga berat badan ideal, menghindari konsumsi alkohol sebelum tidur, dan tidur dengan posisi miring juga dapat membantu mengurangi frekuensi mendengkur. Kesadaran akan risiko hipertensi akibat mendengkur diharapkan mendorong masyarakat untuk lebih proaktif menjaga kesehatan tidur.



