Sule mengungkapkan bahwa dirinya dan keluarga tidak menghadiri pernikahan mantan istrinya, Nathalie Holscher, dengan Arief Fadli atau yang akrab disapa Aripat. Komedian tersebut menegaskan ketidakhadiran itu murni karena tidak menerima undangan resmi, bukan karena alasan lain seperti yang sempat ramai diberitakan.
Klarifikasi Sule Soal Absen di Pernikahan Mantan Istri
"Enggak, enggak hadir, karena nggak diundang," ujar Sule saat ditemui di Jakarta Selatan, Senin (27/7/2026). Pernyataan ini sekaligus membantah narasi yang menyebut dirinya sengaja mengabaikan undangan dari Nathalie Holscher.
Sule menambahkan bahwa seluruh keluarganya juga tidak ada yang menghadiri acara pernikahan tersebut. Hal ini wajar karena mereka tidak mendapat undangan secara resmi. Ia pun menegaskan tidak ada masalah pribadi di balik ketidakhadiran mereka.
Latar Belakang Pernikahan Nathalie Holscher
Nathalie Holscher menikah dengan Arief Fadli pada tanggal yang belum diungkapkan ke publik. Pernikahan ini menjadi sorotan mengingat Nathalie adalah mantan istri Sule. Sebelumnya, pasangan ini bercerai setelah beberapa tahun menikah dan dikaruniai seorang anak.
Sejak kabar pernikahan Nathalie dan Aripat mencuat, publik bertanya-tanya apakah Sule akan hadir. Berbagai spekulasi bermunculan, termasuk tuduhan bahwa Sule sengaja tidak datang. Namun, dengan klarifikasi ini, Sule membantah semua tuduhan tersebut.
Reaksi Publik dan Warganet
Pernyataan Sule langsung menjadi perbincangan hangat di media sosial. Banyak warganet yang mendukung klarifikasi Sule dan menganggapnya wajar karena tidak diundang. Sebagian lainnya berharap hubungan antara Sule dan Nathalie tetap baik demi anak mereka.
Hingga berita ini diturunkan, Nathalie Holscher belum memberikan tanggapan resmi terkait pernyataan Sule. Sementara itu, Sule memilih untuk fokus pada pekerjaan dan keluarganya, termasuk anak-anaknya dengan Nathalie.
Kesimpulan
Dengan pernyataan tegas ini, Sule menutup spekulasi yang beredar. Ia menekankan bahwa ketidakhadiran di pernikahan mantan istri bukanlah sebuah penghinaan, melainkan semata-mata karena prosedur undangan. Publik diharapkan dapat memahami dan tidak lagi memperkeruh situasi.



