Jakarta, Kompas.com — Grup band legendaris Karimata siap menghadirkan kejutan baru dalam gelaran Jazz Goes to Campus: The City Series. Band yang dikenal dengan sentuhan jazz dan pop ini akan memadukan alunan jazz dengan unsur musik tradisional Betawi. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh pianis dan vokalis Karimata, Candra Darusman, dalam konferensi pers di Jakarta Pusat pada Senin, 27 Juli 2026.
Candra Darusman Bocorkan Unsur Betawi
"Satu bocoran yang mungkin bisa kita sampaikan, kita akan mencoba menampilkan unsur Betawi pada 31 Juli nanti," ujar Candra di hadapan awak media. Sayangnya, ia belum mau memberikan detail lebih jauh seperti apa bentuk perpaduan jazz dengan musik tradisional Betawi yang akan disajikan. Penonton diminta untuk menyaksikan langsung penampilan spesial tersebut.
Candra menambahkan bahwa ide ini sudah lama direncanakan. Menurutnya, kekayaan musik Betawi sangat cocok untuk dikolaborasikan dengan jazz karena sama-sama memiliki elemen improvisasi dan ritme yang dinamis. "Kami ingin menunjukkan bahwa musik tradisional bisa berdialog dengan genre modern tanpa kehilangan identitasnya," jelas Candra.
Jazz Goes to Campus: The City Series
Konser ini merupakan bagian dari rangkaian Jazz Goes to Campus (JGTC) yang tahun 2026 mengusung tema "The City Series". Acara ini dikenal sebagai ajang yang mempertemukan musisi jazz dengan mahasiswa dan masyarakat umum di berbagai kampus di Jakarta. Karimata menjadi salah satu pengisi acara utama di edisi kali ini.
Sejak pertama kali digelar pada 1970-an, JGTC telah menjadi wadah eksplorasi musik jazz di Indonesia. Banyak musisi besar pernah tampil di panggung ini, termasuk Karimata yang sudah malang melintang di industri musik Tanah Air sejak dekade 1980-an. Kolaborasi dengan unsur Betawi menjadi salah satu bentuk inovasi yang terus dilakukan JGTC untuk memperkaya khasanah musik jazz.
Karimata: Perjalanan Musik yang Tak Lekang Waktu
Karimata adalah grup band yang terbentuk pada 1985. Anggotanya saat itu antara lain Candra Darusman (keyboard), Indra Lesmana (keyboard), dan lainnya. Mereka dikenal dengan lagu-lagu hits seperti "Cinta Kita" dan "Rintangan". Musik Karimata kerap memadukan jazz, pop, dan etnik, sehingga kolaborasi dengan Betawi terasa natural.
Candra sendiri adalah musisi senior yang pernah menjadi bagian dari kelompok jazz legendaris seperti Krakatau. Ia juga aktif mengajar di berbagai institusi musik. Pengalamannya itu membantunya dalam menciptakan aransemen fusion yang unik.
Antusiasme Penonton dan Harapan Masa Depan
Kabar perpaduan ini langsung disambut antusias oleh penggemar musik jazz dan Betawi. Banyak yang penasaran seperti apa wujud "Jazz Betawi" yang akan dibawakan. Beberapa pengamat musik menilai langkah ini positif untuk melestarikan budaya Betawi di tengah arus modernisasi.
"Ini langkah berani dan kreatif. Jazz dan Betawi sama-sama memiliki karakter kuat. Jika digabungkan dengan baik, bisa menjadi warna baru dalam musik Indonesia," ujar seorang pengamat musik yang hadir dalam konferensi pers.
Konser akan digelar di sebuah venue di Jakarta Pusat pada 31 Juli 2026. Tiket sudah mulai dijual secara online. Karimata juga dikabarkan akan membawakan beberapa lagu lama dengan aransemen baru yang diadaptasi dengan unsur Betawi.
Harapan untuk Musik Tradisional di Panggung Modern
Kolaborasi ini diharapkan menginspirasi musisi lain untuk lebih sering menggunakan elemen tradisional dalam karya mereka. Candra berharap konser ini bisa menjadi jembatan antara generasi tua yang akrab dengan musik tradisional dan generasi muda yang mencintai jazz. "Musik adalah bahasa universal. Dengan menggabungkan dua tradisi, kita bisa menciptakan percakapan yang indah," pungkasnya.



