Aktor Achmad Megantara membagikan kisah di balik proses menghidupkan tokoh Rico, pemuda agnostik dalam film drama romantis bernuansa religi berjudul Ibadah dan Cinta. Peran tersebut diakui sebagai tantangan tersendiri bagi Megantara, mengingat ia harus menyelami pergulatan batin karakter yang jauh dari kehidupan keagamaan.
Dalam film ini, Rico digambarkan tumbuh dari keluarga yang pecah karena perceraian orang tua. Latar belakang itu membuatnya tidak mengenal lingkungan agama secara dekat, hingga akhirnya ia menganut pandangan agnostik. Sikap agnostik sendiri berarti seseorang tidak memastikan atau meragukan keberadaan Tuhan, namun tidak serta-merta menolak kemungkinan tersebut.
Makna Hidup ala Rico
Megantara mengungkapkan bahwa Rico memiliki cara pandang tersendiri tentang makna hidup. Bagi tokoh tersebut, berbuat baik kepada sesama sudah cukup sebagai pegangan. Akan tetapi, Megantara menyebut bahwa itu hanyalah penampilan luar yang menutupi kekosongan batin.
"Bagi Rico, selagi dia baik ke orang lain dan sesama, dia udah ngerasa cukup. Tapi itu adalah denial-nya dia. Dalam lubuk hatinya Riko, dia masih tetep ngerasa kurang," ujar Megantara saat ditemui di Jakarta Selatan, Kamis (30/7/2026).
Menyelami Karakter yang Jauh dari Keyakinan
Bagi seorang aktor, memerankan karakter dengan latar belakang keyakinan berbeda memerlukan pendekatan yang hati-hati. Megantara dituntut untuk membangun empati terhadap Rico tanpa kehilangan esensi konflik yang ada. Ia harus memahami bagaimana perceraian orang tua dapat membentuk cara pandang seseorang terhadap agama.
Proses pendalaman karakter ini juga melibatkan observasi terhadap orang-orang yang memiliki pengalaman serupa. Meski tidak merinci metode yang digunakan, Megantara mengakui bahwa peran ini memberinya sudut pandang baru tentang keragaman keyakinan di masyarakat. Hal ini menjadi nilai tambah tersendiri dalam karier aktingnya.
Kehadiran tokoh agnostik dalam film religi memang jarang dieksplorasi secara serius di perfilman Indonesia. Kebanyakan film bernuansa agama menampilkan tokoh yang sudah memiliki keyakinan kuat atau sedang mencari jalan kembali ke iman. Rico menawarkan perspektif lain: seseorang yang tidak pernah memiliki dasar keagamaan sejak awal.
Denial dan Kerinduan Spiritual
Penggalan pernyataan Megantara tentang Riko yang "masih tetep ngerasa kurang" mengindikasikan bahwa tokoh ini sebenarnya berada dalam pencarian spiritual yang terpendam. Sikap agnostiknya bukanlah keputusan final, melainkan bentuk pertahanan diri terhadap luka masa lalu.
Dalam narasi film, Rico mungkin akan dihadapkan pada situasi yang memaksanya merenungkan kembali pandangan hidupnya. Pertemuan dengan tokoh lain, terutama dalam bingkai cerita cinta, bisa menjadi katalis bagi perubahan batinnya. Namun, cara penceritaan seperti apa yang akan disajikan masih menjadi tanda tanya besar bagi penonton.
Megantara berharap penonton dapat merasakan kompleksitas emosi yang ia bawa melalui Rico. Melalui peran ini, ia ingin menunjukkan bahwa keraguan terhadap agama bukanlah sekadar perlawanan, melainkan juga bagian dari perjalanan manusia mencari makna.
Sinema Religi dan Ruang Dialog
Film Ibadah dan Cinta tampaknya ingin membuka ruang dialog tentang toleransi dan inklusivitas. Dengan menghadirkan tokoh agnostik sebagai karakter utama, film ini mengajak penonton melihat bahwa setiap orang memiliki jalan spiritual yang berbeda. Hal ini penting, terutama di tengah masyarakat yang kerap kali menilai keyakinan seseorang secara hitam-putih.
Penggambaran yang manusiawi terhadap tokoh agnostik dapat membantu mengurangi stigma yang selama ini melekat. Melalui konflik batin Rico, penonton diajak untuk memahami bahwa keraguan bukanlah musuh iman, melainkan bagian dari proses pendewasaan diri.
Meski masih menanti informasi lebih lanjut mengenai jadwal penayangan, film ini telah mencuri perhatian berkat pilihan temanya yang berani. Kombinasi antara drama romantis dan religi dengan karakter yang kompleks menjadi daya tarik tersendiri bagi pencinta film Tanah Air.
Harapan untuk Perfilman Indonesia
Keberanian mengangkat isu agnostik dalam film arus utama diharapkan dapat membuka jalan bagi karya-karya lain yang lebih beragam. Perfilman Indonesia membutuhkan lebih banyak cerita yang mengeksplorasi nuansa keyakinan secara mendalam, tidak hanya berkutat pada permukaan.
Dengan menghadirkan tokoh seperti Rico, Ibadah dan Cinta berpotensi menjadi penanda penting dalam sinema religi kontemporer. Tentu saja, eksekusi cerita dan akting para pemain akan menjadi kunci apakah pesan yang ingin disampaikan benar-benar sampai ke penonton.
Megantara telah menunaikan tugasnya sebagai aktor, yaitu mengisahkan pergulatan batin karakter yang ia mainkan. Kini, publik menanti bagaimana keseluruhan film menyajikan perjalanan Rico dalam menemukan jawaban atas kerinduan spiritualnya.



