Ketua MPR Ahmad Muzani hadir dalam gelaran Zikir & Doa Kebangsaan di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Sabtu (1/8) malam. Ia tiba sekitar pukul 21.00 WIB dan menyampaikan pidato menjelang penutup acara.
Dalam pidatonya, Muzani menyampaikan harapan agar seluruh zikir dan doa yang dipanjatkan diterima oleh Allah SWT. Ia juga berdoa agar Indonesia senantiasa dalam keadaan utuh dan persatuan bangsa tetap terjaga. Menurut Muzani, doa bersama ini menjadi momentum untuk memperkuat ikatan kebangsaan di tengah keberagaman.
"Kita baru saja menyampaikan zikir dan doa, mudah-mudahan semua zikir dan doa kita diterima Allah SWT, mudah-mudahan dengan doa dan zikir Indonesia dalam keadaan utuh, mudah-mudahan kita tetap dipersatukan Allah SWT," kata Muzani.
Ketua MPR juga mengungkapkan harapan agar bangsa Indonesia dihindarkan dari perpecahan. Ia berdoa agar para pemimpin negara senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT dan diberikan kekuatan dalam menjalankan amanah rakyat.
Pernyataan Muzani mendapat sambutan hangat dari peserta yang hadir. Suasana khidmat tampak menyelimuti kawasan Monas sepanjang acara berlangsung. Warga yang hadir mengikuti setiap rangkaian doa dengan khusyuk, dan mereka berharap doa bersama ini membawa berkah bagi seluruh rakyat Indonesia.
Presiden Prabowo Tidak Hadir karena Tugas Kenegaraan
Presiden Prabowo Subianto sejatinya dijadwalkan hadir dalam acara Zikir & Doa Kebangsaan. Namun, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa Prabowo tidak dapat mengikuti zikir dan doa bersama karena ada tugas kenegaraan yang sangat penting. Nasaruddin menyampaikan permohonan maaf dan salam dari Presiden kepada seluruh peserta.
"Beliau ada juga tugas kenegaraan yang sangat penting dan beliau menyampaikan salam kepada kita semuanya," ujar Nasaruddin.
Meski Presiden tidak hadir, suasana kebersamaan tetap terasa. Sejumlah tokoh nasional dan alim ulama tampak hadir mendampingi Ketua MPR dalam acara yang berlangsung khidmat itu. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan terhadap upaya menjaga persatuan bangsa.
Rangkaian Acara dan Penutup
Zikir & Doa Kebangsaan berlangsung sejak sore hari. Rangkaian acara mencakup pembacaan zikir, doa bersama, dan tausiah yang disampaikan oleh para ulama. Acara ini berakhir pada sekitar pukul 21.30 WIB.
Setelah rangkaian doa selesai, acara ditutup dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Kemudian, dilanjutkan dengan lagu nasional Hari Merdeka. Lagu-lagu tersebut dinyanyikan dengan penuh semangat oleh seluruh peserta yang hadir di kawasan Monas.
Gelaran Zikir & Doa Kebangsaan menjadi salah satu momen untuk memanjatkan permohonan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar Indonesia senantiasa diberikan keberkahan, keamanan, dan kesatuan. Kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antar elemen bangsa.
Semangat Persatuan dalam Keberagaman
Melalui doa bersama, diharapkan seluruh masyarakat Indonesia dapat terus menjaga kerukunan dan persatuan di tengah keberagaman. Ketua MPR menegaskan bahwa persatuan adalah modal utama dalam membangun bangsa dan menghadapi berbagai tantangan ke depan.
Acara yang berlangsung di Monas ini juga menjadi pengingat akan pentingnya gotong royong dan kebersamaan. Dengan semangat kebangsaan yang terus dipupuk, Indonesia diharapkan mampu melewati segala ujian dan semakin kuat dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kegiatan Zikir & Doa Kebangsaan di Monas ini merupakan salah satu upaya untuk merawat kebersamaan bangsa. Doa bersama dinilai memiliki peran penting dalam menjaga ketenangan dan ketenteraman masyarakat. Dengan terus memperkuat ikatan spiritual dan kebangsaan, Indonesia diharapkan dapat melangkah maju bersama dalam kedamaian.



