Jurnalis Aryodamar melaporkan kehilangan telepon genggam iPhone 13 saat meliput acara Zikir dan Doa Kebangsaan di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, pada Sabtu malam, 1 Agustus 2026. Telepon genggamnya raib setelah Aryodamar merasa tersenggol seseorang ketika sedang mencari jalan menuju tenda media.
Peristiwa itu berawal ketika Aryodamar bersama dua jurnalis lain hendak berpindah dari lokasi utama acara menuju tenda media untuk mencari sinyal. Waktu itu, sekitar pukul 17.00 WIB sore hari. Mereka bertugas meliput kegiatan yang berlangsung dari sore hingga malam tersebut, dan membutuhkan akses internet untuk mengirimkan hasil liputan.
Sempat Salah Jalan dan Tersenggol
Dalam perjalanan menuju tenda media, ketiganya sempat salah jalan dan berjalan menuju pintu masuk Monas. Petugas penjaga pintu langsung mengarahkan mereka ke pintu keluar yang benar. Saat sedang mencari akses keluar itulah Aryodamar merasa tubuhnya disenggol oleh orang asing.
"Kami sempat salah jalan, ke arah pintu masuk. Jadi, disuruh ke arah pintu keluar yang benar. Nah, pas lagi cari akses yang benar itu, saya sempat merasa disenggol orang. Enggak lama dari situ saya sadar HP (iPhone 13) saya hilang," kata Aryodamar saat membuat laporan kehilangan, Sabtu (1/8) malam.
Setelah menyadari teleponnya hilang, Aryodamar tidak tinggal diam. Ia segera menghubungi rekan kerja dan mencari petugas keamanan yang berjaga di titik-titik tertentu sekitar Monas. Petugas kemudian mengarahkannya ke polisi yang berada di lokasi untuk melaporkan kejadian tersebut.
Menemukan Korban Lain di Polsek Gambir
Polisi yang menerima laporan awal membawa Aryodamar ke Polsek Gambir untuk pembuatan laporan resmi. Setibanya di sana, Aryodamar terkejut karena terdapat tiga orang lain yang juga menjadi korban tindak pencopetan pada acara yang sama. Para korban kehilangan dompet dan telepon genggam.
"Ternyata di sana ada tiga orang lain yang juga kehilangan. Mereka ada yang kehilangan dompet dan HP. Lalu kami dibawa satu mobil ke Polsek Gambir untuk buat laporan," terang dia.
Dengan adanya laporan tambahan itu, total korban yang melapor di Polsek Gambir pada malam hari menjadi empat orang. Proses administrasi laporan pun dilakukan secara bergantian oleh petugas piket.
Kapolsek Gambir: Anggota Sudah Layani Korban
Kapolsek Gambir AKBP Agus Ady Wijaya membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari Aryodamar dan sejumlah korban lainnya. Pihak kepolisian memastikan setiap laporan akan ditindaklanjuti dengan penyelidikan lebih lanjut.
"Anggota sudah melayani korban dan membuatkan laporan. Selanjutnya kami akan mengusut dan mengejar pelaku," kata Agus saat dikonfirmasi pada Sabtu malam.
Agus menegaskan bahwa anggotanya akan mendalami setiap laporan yang masuk, termasuk mencari tahu modus operandi pelaku serta kemungkinan keterlibatan pelaku lain. Polisi juga akan memintai keterangan saksi dan mengumpulkan bukti dari lokasi kejadian, termasuk rekaman kamera pengawas bila tersedia.
Penyelidikan Terus Berjalan
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi mengenai jumlah pelaku maupun total kerugian yang dialami para korban. Polisi masih bekerja untuk mengungkap kasus ini.
Masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati dan menjaga barang bawaan saat menghadiri acara dengan massa besar. Jangan menaruh barang berharga di tempat yang mudah dijangkau orang lain.
Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas
Acara Zikir dan Doa Kebangsaan yang digelar di Monas pada Sabtu tersebut menarik perhatian ribuan orang dari berbagai daerah. Mereka datang dengan latar belakang agama yang berbeda-beda untuk bersama-sama memanjatkan doa bagi bangsa dan negara.
Kegiatan ini berlangsung khidmat sejak sore hari hingga malam. Kehadiran massa yang sangat besar membuat kawasan Monas menjadi padat, sehingga potensi tindak kejahatan seperti pencopetan perlu diwaspadai oleh seluruh peserta.
Para jurnalis yang meliput acara juga menjadi bagian dari kerumunan itu. Mereka harus bekerja di tengah kondisi ramai, termasuk saat mencari akses internet untuk mengirimkan karya jurnalistiknya.
Peristiwa pencopetan yang dialami Aryodamar dan tiga korban lainnya menjadi catatan penting bagi penyelenggara dan pengaman acara. Pengawasan di area yang rawan dan sosialisasi keamanan kepada peserta dinilai perlu ditingkatkan.



