Aktor Devano angkat bicara mengenai keputusannya bergabung dalam film Rumah Singgah. Kepada Kompas.com, ia mengungkapkan alasan khusus yang membuatnya menerima tawaran tersebut, bukan sekadar karena tawaran profesional, melainkan karena ada misi yang lebih dalam.
Film yang disutradarai oleh Dyan Sunu Prastowo ini mengangkat kisah para penyintas kanker. Bagi Devano, film ini adalah sarana untuk menyampaikan pesan harapan kepada mereka yang sedang berjuang melawan penyakit tersebut.
Visi yang Sejalan antara Devano dan Tim Produksi
Dalam wawancara eksklusif yang digelar di kawasan Antasari, Jakarta Selatan, pada Selasa (28/7/2026), Devano menuturkan bahwa sejak awal ia sudah merasakan kecocokan visi dengan tim produksi. "Dari film ini bahkan kami punya visi misi yang sama. Kami ingin membuat sebuah film yang mempunyai nilai yang sangat besar, yaitu motivasi untuk harapan tetap bertahan hidup. Itu menjadi alasan pertama kenapa aku menerima," kata Devano.
Ungkapan itu menegaskan bahwa Devano tidak memandang film ini sebagai proyek rutin. Baginya, setiap adegan dan karakter yang ia perankan harus bisa menyampaikan pesan yang membangun bagi penonton, khususnya para pejuang kanker.
Menariknya, Devano menyebut bahwa alasan tersebut adalah yang pertama. Ini menunjukkan bahwa pertimbangan finansial atau popularitas bukanlah hal utama dalam keputusannya kali ini.
Harapan bagi Pejuang Kanker
Kanker merupakan salah satu penyakit yang menjadi momok bagi banyak orang. Perjuangan panjang yang harus dilalui oleh pasien dan keluarga kerap kali menguras fisik maupun mental. Dalam kondisi seperti itu, harapan menjadi elemen penting yang tidak boleh hilang.
Film Rumah Singgah hadir untuk mengingatkan bahwa di tengah sulitnya perjuangan, selalu ada alasan untuk bertahan. Devano berharap film ini dapat menjadi penyemangat tersendiri bagi para penyintas dan pejuang kanker di Indonesia.
Lewat perannya dalam film ini, Devano ingin menunjukkan bahwa pesan harapan dapat disampaikan melalui seni. Ia ingin penonton tidak hanya terhibur, tetapi juga membawa pulang semangat perjuangan dari ruang bioskop.
Bukan Sekadar Proyek Komersial
Lebih jauh, Devano menjelaskan bahwa film ini memiliki nilai yang sangat besar. "Kami ingin membuat sebuah film yang mempunyai nilai yang sangat besar, yaitu motivasi untuk harapan tetap bertahan hidup," tuturnya mengulangi poin penting yang ingin disampaikan tim produksi.
Menurutnya, film yang baik adalah film yang mampu meninggalkan dampak setelah layar digelapkan. Ia ingin Rumah Singgah menjadi salah satu karya yang tidak mudah dilupakan oleh penontonnya.
Dengan mengangkat tema penyintas kanker, film ini juga diharapkan bisa membuka mata masyarakat akan pentingnya dukungan sosial bagi para pasien. Dukungan itu bisa datang dari mana saja, termasuk dari industri kreatif.
Pesan Moral dan Dampak Sosial
Film yang mengangkat isu kesehatan sering kali memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran publik. Rumah Singgah mencoba menggambarkan realitas yang sering kali tersembunyi dari pandangan masyarakat: bagaimana rasanya menjadi seorang penyintas atau pejuang kanker.
Dengan menyajikan kisah yang humanis, film ini diharapkan mampu membangun empati penonton. Devano percaya bahwa perubahan sosial bisa dimulai dari sebuah cerita yang disampaikan dengan tulus lewat layar lebar.
Ia juga menekankan bahwa harapan adalah kunci bagi mereka yang sedang menjalani pengobatan. Film ini diharapkan menjadi pengingat bahwa setiap perjuangan, sekecil apa pun, selalu bermakna.
Detail Wawancara di Antasari
Wawancara eksklusif bersama Devano berlangsung di daerah Antasari, Jakarta Selatan, pada Selasa (28/7/2026). Dalam kesempatan itu, Devano tampak serius ketika membahas tentang film ini, menunjukkan bahwa ia benar-benar menjalankan peran tersebut dengan keterlibatan emosional.
Sutradara Dyan Sunu Prastowo disebut-sebut berhasil menciptakan suasana kerja yang mendukung para pemain untuk menghayati peran masing-masing. Devano pun mengaku senang karena proses kreatif berjalan dengan visi yang searah.
Dalam industri perfilman nasional, film dengan tema kesehatan kerap berhasil memicu diskusi publik. Rumah Singgah berpotensi menjadi salah satu karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang perjuangan melawan kanker.
Dengan segala persiapan yang dilakukan, Rumah Singgah menyimpan ekspektasi besar. Tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai karya yang mengusung misi kemanusiaan.
Kehadiran Devano dalam film ini tentunya semakin menambah daya tarik bagi penonton. Ia membawa nama baik di industri perfilman Tanah Air, dan keterlibatannya dalam proyek ini menjadi sinyal positif akan kualitas film tersebut.
Pada akhirnya, apa yang disampaikan Devano dalam wawancara tersebut menggambarkan dedikasinya terhadap seni peran dan kepeduliannya terhadap sesama. Rumah Singgah bukan sekadar film, melainkan juga simbol harapan bagi mereka yang tidak pernah menyerah pada keadaan.



